Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti lereng Gunung Gambir. Udara sejuk menyapa kulit, membawa aroma khas pegunungan yang segar dan menenangkan. Suara burung bernyanyi bersahutan di antara pepohonan rindang, seakan menyambut setiap langkah menuju puncak.
Gunung Gambir, yang terletak di wilayah Jember, Jawa Timur, memang bukan gunung tertinggi, namun pesonanya mampu memikat siapa saja yang mendambakan kedamaian alam. Di sepanjang jalan setapak, hamparan kebun teh terbentang luas bagai permadani hijau yang menenangkan mata. Para petani tampak sibuk memetik pucuk teh, memberikan nuansa kehidupan yang sederhana namun penuh makna.
Semakin tinggi mendaki, panorama alam kian menakjubkan. Dari gardu pandang, tampak lekuk-lekuk perbukitan yang berselimut kabut pagi. Langit biru membentang luas, sesekali dihiasi awan putih yang melayang pelan. Suasana hening, hanya ditemani angin lembut yang berbisik di sela-sela dedaunan.
Di puncaknya, kita bisa menyaksikan matahari perlahan muncul dari balik pegunungan. Sinar keemasan menyapu wajah bumi, menciptakan siluet pepohonan yang dramatis dan penuh keindahan. Rasanya seperti berada di negeri di atas awan — damai, tenang, dan menggetarkan jiwa.
Komentar
Posting Komentar