Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

MARI KITA KOBARKAN SEMANGAT NASIONALISME DI HARI KEMERDEKAAN INI / Andriana Nafelian Cahya Lutfita Regar, S.Pd

MARI KITA KOBARKAN SEMANGAT NASIONALISME DI HARI KEMERDEKAAN INI

Oleh : Andriana Nafelian, S.Pd

 

NKRI, Harga Mati ......

Merdeka , Merdeka, Merdeka

 

Dimomen kemerdekaan ini, kita sebagai generasi bangsa patut bangga akan negara ini. Karena negara kita yakni Indonesia bisa lepas dari penjajah. Kita merdeka bukan sebuah hadiah, melainkan atas usaha, jerih payah, dan bentuk perjuangan dari para pahlawan - pahlawan kami yang rela berjuang melalui peperangan dan tetesan darah yang mengalir deras dari tubuh beliau. Betapa pilunya para pahlawan kami yang telah gugur dalam medan pertempuran kala itu.

Hari Kemerdekaan Indonesia, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, selalu menjadi momen sakral bagi bangsa Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia, wajib meneruskan perjuangan serta pengorbanan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka demi kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat nasionalisme sangatlah penting untuk memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat tali persatuan antar masyarakat. Salah satu cara untuk memupuk semangat nasionalisme adalah dengan menyelenggarakan peringatan Hari Kemerdekaan.

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT RI identik dengan kemeriahan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di jalanan umum. Di momen HUT RI ini, sejak sebelum memasuki bulan Agustus, warga sudah membersihkan lingkungan tempat tinggal, dengan mengecat pagar, merapikan pot-pot bunga, bahkan mengecat pinggiran jalan dengan warna tertentu agar lingkungan tersebut terlihat rapi dan indah dan bahkan di daerah rumah saya terdapat lomba hias pos kampling. Begitu masuk pada 1 Agustus yang dikenal sebagai bulan HUT RI, kemeriahan di lingkungan tempat tinggal itu semakin marak dengan dipasangnya umbul-umbul, termasuk bendera merah putih di depan setiap rumah. Pada malam hari, suasana itu semakin tampak meriah, dengan hidupnya lampu warna warni dan kerlap kerlip.

Sementara itu untuk menyambut peringatan HUT RI biasanya juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti gerak jalan atau karnaval. Adapun beberapa perlombaan yang juga diadakan antara lain lomba makan kerupuk, lomba balap karung, dan lomba menyanyikan lagu-lagu nasional, pertunjukan pentas seni dan budaya untuk menampilkan kreativitas dan kekayaan seni budaya yang ada di lingkungan.

Semua kemeriahan menyambut HUT RI itu merupakan hasil dari upaya gotong royong yang dilakukan warga. Karena itu, momen HUT RI ini, selain untuk merawat semangat nasionalisme, dengan mengenang dan meneladani perjuangan para pahlawan bangsa, sekaligus juga menjadi ajang untuk merawat budaya luhur yang diwariskan leluhur bangsa kita, yakni gotong royong atau budaya saling tolong - menolong. Selain itu, peringatan Hari Kemerdekaan ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, sekaligus memperkuat ikatan emosional antar warga dalam satu lingkungan.

Penyelenggaraan peringatan Hari Kemerdekaan di lingkungan mampu memupuk rasa cinta tanah air, rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, dan bisa mengenang jasa pahlawan. Melalui peringatan ini, warga masyarakat dapat mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan dan memperkuat persatuan dan kesatuan. Warga masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan peringatan Hari Kemerdekaan di lingkungan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh warga masyarakat antara lain : ikut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan baik sebagai peserta maupun sebagai panitia, menciptakan suasana yang kondusif dan aman selama berlangsungnya kegiatan, dan menjaga kebersihan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan.

Perayaan Hari Kemerdekaan menjadi sarana yang tepat untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini. Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh warga dan anak-anak kita dapat belajar tentang sejarah perjuangan bangsa, nilai-nilai luhur, dan pentingnya persatuan. Pengalaman ini akan membekas di hati mereka dan membentuk pondasi cinta tanah air yang kokoh. Serta pengalaman berjuang bersama dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan ini mampu merekatkan hubungan antarwarga, membangun komunitas yang harmonis dan saling mendukung. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan yang bernuansa nasional, warga dapat merasakan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia diikuti dengan bendera merah putih yang berkibar, dan berbagai pakaian adat yang dikenakan semuanya, akan menjadi simbol persatuan dan kebhinekaan bangsa kita.

 

Merdeka ....... Merdeka ...........Merdeka .......... Merdeka ..........


Gallery





Sent from my tablet

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...