Langsung ke konten utama

Mempererat tali silaturrahmi di hari raya idul fitri 1447 H

Hari raya idul fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, lebih dari sekadar perayaan kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga.Idul fitri memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama.   Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Islam saling mengucapkan selamat idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja. Tradisi saling memaafkan ini mencerminkan nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, serta keinginan untuk memulai kembali hubungan yang lebih baik dengan hati yang bersih.   Silaturrahmi pada hari raya biasanya dilakukan dengan berbagai cara. Banyak orang yang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar. Momen berkumpul ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antara o...
ARTIKEL SEMARAK 17 AGUSTUS 
Moh. Husein A.
9A


Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus, senantiasa menghadirkan nuansa patriotisme yang hangat dan meriah. Sejak pagi, hati penuh semangat—kampung-kampung dipenuhi dekorasi Merah Putih, umbul-umbul, mural pahlawan, dan kain bendera yang dipasang bergotong royong demi menciptakan panorama nasionalisme. Di Kampung Rancabali, Bandung Barat, misalnya, warga bahkan memasang kain sepanjang lebih dari 100 meter dan mural pahlawan untuk membangkitkan kebanggaan terhadap perjuangan pahlawan bangsa.

Kemeriahan juga terasa dalam berbagai lomba tradisional yang digelar antarwarga. Anak-anak dan orang dewasa larut dalam euforia balap karung, makan kerupuk, panjat pinang, serta lomba estafet unik di hampir setiap sudut Nusantara. Di Jambi, anak-anak dari komunitas adat Talang Mamak berlomba balap karung dan makan kerupuk dengan penuh gembira.
 Sedangkan di Jakarta dan Kalimantan Tengah, panjat pinang menjadi puncak kegembiraan—peserta bersemangat memanjat batang licin demi mendapatkan hadiah.

Tak hanya di kampung atau kota besar, semarak kemerdekaan juga merambah lokasi-lokasi penuh makna. Misalnya, di Pantai Boom, Banyuwangi, upacara unik digelar di atas air—sebagai penghormatan kepada pertempuran bersejarah di Selat Bali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...