Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
ARTIKEL SEMARAK 17 AGUSTUS
Moh. Husein A.
9A
Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus, senantiasa menghadirkan nuansa patriotisme yang hangat dan meriah. Sejak pagi, hati penuh semangat—kampung-kampung dipenuhi dekorasi Merah Putih, umbul-umbul, mural pahlawan, dan kain bendera yang dipasang bergotong royong demi menciptakan panorama nasionalisme. Di Kampung Rancabali, Bandung Barat, misalnya, warga bahkan memasang kain sepanjang lebih dari 100 meter dan mural pahlawan untuk membangkitkan kebanggaan terhadap perjuangan pahlawan bangsa.
Kemeriahan juga terasa dalam berbagai lomba tradisional yang digelar antarwarga. Anak-anak dan orang dewasa larut dalam euforia balap karung, makan kerupuk, panjat pinang, serta lomba estafet unik di hampir setiap sudut Nusantara. Di Jambi, anak-anak dari komunitas adat Talang Mamak berlomba balap karung dan makan kerupuk dengan penuh gembira.
Sedangkan di Jakarta dan Kalimantan Tengah, panjat pinang menjadi puncak kegembiraan—peserta bersemangat memanjat batang licin demi mendapatkan hadiah.
Tak hanya di kampung atau kota besar, semarak kemerdekaan juga merambah lokasi-lokasi penuh makna. Misalnya, di Pantai Boom, Banyuwangi, upacara unik digelar di atas air—sebagai penghormatan kepada pertempuran bersejarah di Selat Bali.
Komentar
Posting Komentar