Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
Selain itu warga juga kompak menghiasi pos ronda dan membuat gapura disetiap awal masuk untuk ke desa selain itu warga juga kompak mengadakan acara lomba kecil seperti lomba makan kerupuk, balap karung, panjat pinang,dan lain lainnya.
Untuk lomba yang kecil biasanya juga dibuat khusus untuk lomba anak anak dan untuk lomba yang dewasa biasanya dibuat lomba seperti karaoke, menebak kata, dan membuat karya, dan lain lainnya selain itu warga juga menyiapkan hadiah buat untuk juara.
Semarak dengan kegiatan yang ada di desaku, setiap bulan Agustus selalu bergotong royong untuk merayakannya kegiatan lomba, seperti lomba memperbaiki dan menghiasi desa menjadi lebih bagus untuk merayakannya dan setiap depan rumah warga pasti ada bendera dan lampu yang berkelap kelip untuk suasana yang lebih menarik.
Setelah semuanya lomba selesai panitia yang mengadakan acara lomba akan membagikan hadiahnya ke para peserta yang ikut lomba dan semuanya sudah selesai.
Komentar
Posting Komentar