Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 setelah melalui proses perjuangan panjang selama 350 tahun atau tiga setengah abad melawan penjajah bangsa Eropa dengan didorong oleh semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah Bangsa Indonesia di proklamasikan rakyat Indonesia terus berjuang hingga kedaulatan Indonesia diakui secara sah di kancah dunia internasional dengan berbagai bentuk perjuangan baik secara diplomasi maupun dengan genjatan senjata.perlu kita ketahui meski kita sudah merdeka masih banyak daerah - daerah yang belum merdeka penuh dan statusnya masih miliknya penjajah.Rakyat Indonesia selama 5 tahun mempertahankan kemerdekaan Indonesia Bulan Agustus adalah bulan yang penuh bersejarah dan sangat bermakna bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan inilah Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Bulan Agustus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan...
Merah Putih. Merah putih bukan hanya dua warna yang dijahit di atas selembar kain. Ia adalah saksi bisu perjuangan, tangisan, dan darah yang tertumpah di bumi pertiwi. Setiap helai benangnya seolah menyimpan jeritan rakyat Indonesia dulu yang berlari di medan tempur, menantang maut demi sebuah kata "Merdeka!"
Merah adalah keberanian yang menyala. Warna itu seakan menyala-nyala, mengingatkan kita pada darah yang pernah tertumpah, pada semangat yang tak pernah gentar menghadapi peluru dan meriam. Putih adalah kesucian, dan lambang hati yang tulus, niat untuk melihat negeri ini berdiri tegak tanpa belenggu. Bersatu, keduanya berubah seolah-olah menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan, yang mampu menyatukan beragam suku, bahasa, dan budaya di bawah satu panji "Indonesia".
Kini, kita tak lagi berperang di medan perang dengan senjata. Tapi perjuangan belum usai. Lawan kita hanya menjaga persatuan, dan perpecahan. Merah Putih menatap kita dari ujung tiang bendera, seolah berbisik "Apa yang sudah kamu lakukan untuk negeri ini?" Pertanyaan itu menusuk hati, mengingatkan bahwa menjaga Merah Putih bukan hanya berdiri tegak saat upacara, melainkan juga tercermin pada sikap, berbuat jujur, dan tetap menjaga persatuan negri ini.
Setiap kali bendera itu berkibar di langit biru, semestinya dada kita bergetar. Sebab ia bukan kain biasa ia adalah roh bangsa, nafas perjuangan, dan janji yang diwariskan dari masa lalu. Selama Merah Putih masih berkibar, selama itu pula semangat Indonesia tak akan pernah padam.
Merah adalah keberanian yang menyala. Warna itu seakan menyala-nyala, mengingatkan kita pada darah yang pernah tertumpah, pada semangat yang tak pernah gentar menghadapi peluru dan meriam. Putih adalah kesucian, dan lambang hati yang tulus, niat untuk melihat negeri ini berdiri tegak tanpa belenggu. Bersatu, keduanya berubah seolah-olah menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan, yang mampu menyatukan beragam suku, bahasa, dan budaya di bawah satu panji "Indonesia".
Kini, kita tak lagi berperang di medan perang dengan senjata. Tapi perjuangan belum usai. Lawan kita hanya menjaga persatuan, dan perpecahan. Merah Putih menatap kita dari ujung tiang bendera, seolah berbisik "Apa yang sudah kamu lakukan untuk negeri ini?" Pertanyaan itu menusuk hati, mengingatkan bahwa menjaga Merah Putih bukan hanya berdiri tegak saat upacara, melainkan juga tercermin pada sikap, berbuat jujur, dan tetap menjaga persatuan negri ini.
Setiap kali bendera itu berkibar di langit biru, semestinya dada kita bergetar. Sebab ia bukan kain biasa ia adalah roh bangsa, nafas perjuangan, dan janji yang diwariskan dari masa lalu. Selama Merah Putih masih berkibar, selama itu pula semangat Indonesia tak akan pernah padam.
Komentar
Posting Komentar