Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
Kegiatan Agustus biasanya di meriahkan dengan aneka lomba lomba yang beragam seperti, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol ,panjat pinang,dan tarik tambang.Selain lomba–lomba seperti di atas ada juga lomba kebersihan lingkungan yang menjadi ajang kebersamaan seluruh lapisan masyarakat.Di balik keseruan lomba yang ada di atas, tersimpan nilai-nilai kebersamaan, seperti, bermusyawarah untuk mengadakan lomba lomba yang ada di atas ,gotong royong, dan solidaritas yang semakin memperkuat cinta terhadap tanah air Indonesia.
Generasi muda turut mengikuti dalam semarak Agustus.Melalui momen ini, semangat perjuangan dan rasa cinta tanah air diwariskan agar terus hidup di hati anak-anak bangsa negara.Kemerdekaan ini mengingatkan seluruh warga masyarakat bahwa kemerdekaan ini bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan yang harus dijaga dengan sepenuh hati.
Komentar
Posting Komentar