Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

Semarak Agustus untuk Menyatukan Langkah, Mengobarkan Cinta Tanah Air





Bulan Agustus adalah bulan yang paling di tunggu-tunggu oleh warga masyarakat Indonesia .Bulan Agustus selalu menjadi momen istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia.Tanggal ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, melalui teks Proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jakarta.Setiap tahun, suasana penuh semangat mewarnai berbagai penjuru negeri. Dari desa hingga kota, masyarakat bersatu dalam merayakan hari kemerdekaan dengan penuh suka cita. Peringatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menyatukan langkah dalam menjaga persatuan bangsa. 


Kegiatan Agustus biasanya di meriahkan dengan aneka lomba lomba yang beragam seperti, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol ,panjat pinang,dan tarik tambang.Selain lomba–lomba seperti di atas ada juga lomba kebersihan lingkungan yang menjadi ajang kebersamaan seluruh lapisan masyarakat.Di balik keseruan lomba yang ada di atas, tersimpan nilai-nilai kebersamaan, seperti, bermusyawarah untuk mengadakan lomba lomba yang ada di atas ,gotong royong, dan solidaritas yang semakin memperkuat cinta terhadap tanah air Indonesia.

Generasi muda turut mengikuti dalam semarak Agustus.Melalui momen ini, semangat perjuangan dan rasa cinta tanah air diwariskan agar terus hidup di hati anak-anak bangsa negara.Kemerdekaan ini mengingatkan seluruh warga masyarakat bahwa kemerdekaan ini bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...