Hari raya idul fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, lebih dari sekadar perayaan kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga.Idul fitri memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama. Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Islam saling mengucapkan selamat idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja. Tradisi saling memaafkan ini mencerminkan nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, serta keinginan untuk memulai kembali hubungan yang lebih baik dengan hati yang bersih. Silaturrahmi pada hari raya biasanya dilakukan dengan berbagai cara. Banyak orang yang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar. Momen berkumpul ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antara o...
Matahari pagi di hari minggu 17 Agustus 2025 mulai memancarkan sinarnya, menyiratkan kehangatan yang lembut di Lapangan Gunungsari. Para siswa dan guru MTsN 7 Jember mulai berbaris dengan rapi, membentuk formasi yang teratur. Seragam putih khas MTsN 7 Jember dan juga seragam dari sekolah lain yang mereka kenakan tampak begitu kontras dengan hamparan hijau lapangan, menciptakan pemandangan yang menyejukkan mata. Di tengah lapangan, tiang bendera berdiri tegak, seolah menunggu momen agung untuk mengibarkan Sang Merah Putih.
Sebelum upacara di mulai ada pertunjukkan atraksi dari SMAN 1 Umbulsari berupa drumband dan dari SMPN 1 Umbulsari berupa paduan suara.
Setelah atraksi tepat pukul setengah delapan pagi upacara dimulai, sang komandan upacara memasuki lapangan. Langkah tegapnya, bersama dengan aba-aba yang lantang, seluruh peserta upacara berdiri tegak dalam posisi sempurna. Upacara dimulai dengan penghormatan umum kepada pembina upacara yang telah berdiri di podium. Suara musik instrumental mengalun, mengiringi pasukan pengibar bendera yang mulai bergerak dengan langkah pasti dan terkoordinasi. Mereka membawa bendera kebanggaan, yang masih terlipat rapi, menuju tiang bendera.
Saat lagu "Indonesia Raya" mulai dinyanyikan, suasana menjadi begitu hening. Semua peserta pada hormat dan mata tertuju pada bendera yang perlahan mulai dikibarkan. Diiringi oleh paduan suara dari SMPN 1 Umbulsari, bendera Merah Putih itu perlahan naik, seolah-olah mengapung di udara. Momen tersebut begitu syahdu dan emosional, mengingatkan akan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan. Hati setiap peserta upacara dipenuhi rasa bangga dan haru, menyaksikan lambang negara berkibar di angkasa.
Setelah bendera berkibar sempurna dan lagu kebangsaan selesai dinyanyikan, upacara dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, dan UUD 1945. Suara-suara tegas dan serempak terdengar di seluruh penjuru lapangan. Pidato pembina upacara juga menjadi salah satu sesi penting, di mana beliau menyampaikan pesan-pesan moral, motivasi, dan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Upacara ditutup dengan doa, memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa dan negara. Upacara bendera di Lapangan Gunungsari tidak hanya untuk memperingati 17 Agustus 2025, melainkan sebuah ritual sakral yang mengingatkan setiap orang akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia. Momen tersebut menjadi pengingat yang kuat tentang nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kebanggaan akan Tanah Air. Setelah upacara selesai, para peserta upacara melakukan foto bersama, lalu peserta bersiap untuk pulang.
Komentar
Posting Komentar