Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
"Mesin Waktu di Penghujung Tahun : Desember"
Oleh : Andriana Nafelian
Desember selalu datang dengan cara yang berbeda. Ada kehangatan dibalik celah jendela di awal bulan 1 Desember. Kehangatan itu perlahan berubah menjadi tenang, nyaman, dan kesegaran. Ada pula refleksi dari perjalanan kecil sepanjang tahun, dan ada ruang kecil dalam hati yang mulai terisi dengan berjuta - juta harapan baru. Yahh inilah hari dan dibulan penghujung tahun 2025, yaitu Desember. Banyak yang menyebut desember ini bulan ceria, orang jawa juga menyebut Desember "Gede - gede sumber", kalau fenomena alam desember ini musimnya hujan. Bulan Desember memiliki elemen udara yang terasa lebih lembap, curah hujan meningkat, dan berbagai aktivitas masyarakat mulai berfokus pada penutupan agenda tahunan.
Menjelang akhir tahun 2025, kita senantiasa diajak untuk berhenti sejenak dengan menengok kembali langkah yang sudah kita tempuh, sekaligus menata niat untuk melangkah lebih mantap ditahun yang akan datang ini yaitu tahun 2026. Diantara sibuknya dunia dan cepat berlalunya waktu, Desember hadir sebagai pengingat bahwa setiap akhir bulan bukanlah penutup, melainkan undangan untuk memulai hal yang lebih baik di bulan sebelum - sebelumnya. Inilah saatnya kita menyusun resolusi, memperbarui semangat, dan merangkul harapan yang selama ini mungkin banyak tertunda.
Melalui perpaduan antara kalender masehi, hijrah, dan jawa, masyarakat Indonesia masih menjaga tradisi menghitung waktu dengan makna yang lebih dalam, bukan hanya untuk mencatat hati, tetapi juga memahami siklus kehidupan. Dalam kalender masehi, Desember merupakan bulan terakhir dengan jumlah sebanyak 31 hari. Di Indonesia, bulan Desember menjadi salah satu bulan yang paling ditunggu karena identik dengan libur panjang, perayaan akhir tahun, dan momentum berkumpul bersama keluarga. Diiringi juga dengan cuaca yang mulai basah karena musim hujan yang menambah suasana khas Desember, membuat banyak orang merasa penuh kehangatan dan makna.
Keunikan bulan Desember dibandingkan dengan bulan yang lainnya yaitu karena adanya perayaan Natal. Maka banyak orang menyebut Desember ini dikaitkan dengan suasana keajaiban dan kegembiraan. Salah satu alasannya karena adanya perayaan Natal, yang dirayakan oleh Umat Kristen di seluruh dunia, dengan pernak - pernik pohon natal yang dihias dengan lampu berkilauan, hadiah yang dibungkus secantik mungkin, dan lagu natal yang ikut mengiringinya dengan penuh suka cita dan kehangatan. Desember juga merupakan waktu untuk menghargai orang - orang yang kita cintai terutama keluarga dan teman untuk berkumpul merayakan natal dan tahun baru bersama sebagai berbagi kebahagian dan mempererat silaturahmi karena libur panjang juga.
Banyak yang berasumsi ketika memasuki tanggal 1 Januari, merasa ada halaman baru yang terbuka atau momen perayaan yang dimulainya tahun kalender yang baru. Banyak pula orang yang menuliskan resolusi, target besar, atau sekedar harapan yang mereka inginkan. Makanya banyak tradisi ketika menyambut tahun baru dimulai dengan kembang api, doa bersama, serta kumpul bersama keluarga dan teman. Semoga di bulan Desember, atau bulan dipenghujung tahun 2025 ini dapat memberi kesan yang menarik, dan menjadi kisah perjalanan di tahun 2025. Harapan saya semoga desember ini benar kata orang jawa "Gede - gedene sumber" yang berarti bulan desember menjadi bulan yang sebagai sumber mata air yang memancar dengan baik dan lancar. Ungkapan ini terkait dengan rezeki, dan alam semesta yang menempatkan Desember sebagai bulan yang penuh berkat karena mata air melimpah. Dan tak lupa juga kita senantiasa selalu bersyukur kepada Allah. Semoga akhir bulan diakhir tahun ini menjadi hal yang bermakna dan berkah untuk setiap mahluk hidup. Buatlah ending kisah kita di tahun ini menjadi lebih bermakna. Salam.
Oleh : Andriana Nafelian
Desember selalu datang dengan cara yang berbeda. Ada kehangatan dibalik celah jendela di awal bulan 1 Desember. Kehangatan itu perlahan berubah menjadi tenang, nyaman, dan kesegaran. Ada pula refleksi dari perjalanan kecil sepanjang tahun, dan ada ruang kecil dalam hati yang mulai terisi dengan berjuta - juta harapan baru. Yahh inilah hari dan dibulan penghujung tahun 2025, yaitu Desember. Banyak yang menyebut desember ini bulan ceria, orang jawa juga menyebut Desember "Gede - gede sumber", kalau fenomena alam desember ini musimnya hujan. Bulan Desember memiliki elemen udara yang terasa lebih lembap, curah hujan meningkat, dan berbagai aktivitas masyarakat mulai berfokus pada penutupan agenda tahunan.
Menjelang akhir tahun 2025, kita senantiasa diajak untuk berhenti sejenak dengan menengok kembali langkah yang sudah kita tempuh, sekaligus menata niat untuk melangkah lebih mantap ditahun yang akan datang ini yaitu tahun 2026. Diantara sibuknya dunia dan cepat berlalunya waktu, Desember hadir sebagai pengingat bahwa setiap akhir bulan bukanlah penutup, melainkan undangan untuk memulai hal yang lebih baik di bulan sebelum - sebelumnya. Inilah saatnya kita menyusun resolusi, memperbarui semangat, dan merangkul harapan yang selama ini mungkin banyak tertunda.
Melalui perpaduan antara kalender masehi, hijrah, dan jawa, masyarakat Indonesia masih menjaga tradisi menghitung waktu dengan makna yang lebih dalam, bukan hanya untuk mencatat hati, tetapi juga memahami siklus kehidupan. Dalam kalender masehi, Desember merupakan bulan terakhir dengan jumlah sebanyak 31 hari. Di Indonesia, bulan Desember menjadi salah satu bulan yang paling ditunggu karena identik dengan libur panjang, perayaan akhir tahun, dan momentum berkumpul bersama keluarga. Diiringi juga dengan cuaca yang mulai basah karena musim hujan yang menambah suasana khas Desember, membuat banyak orang merasa penuh kehangatan dan makna.
Keunikan bulan Desember dibandingkan dengan bulan yang lainnya yaitu karena adanya perayaan Natal. Maka banyak orang menyebut Desember ini dikaitkan dengan suasana keajaiban dan kegembiraan. Salah satu alasannya karena adanya perayaan Natal, yang dirayakan oleh Umat Kristen di seluruh dunia, dengan pernak - pernik pohon natal yang dihias dengan lampu berkilauan, hadiah yang dibungkus secantik mungkin, dan lagu natal yang ikut mengiringinya dengan penuh suka cita dan kehangatan. Desember juga merupakan waktu untuk menghargai orang - orang yang kita cintai terutama keluarga dan teman untuk berkumpul merayakan natal dan tahun baru bersama sebagai berbagi kebahagian dan mempererat silaturahmi karena libur panjang juga.
Banyak yang berasumsi ketika memasuki tanggal 1 Januari, merasa ada halaman baru yang terbuka atau momen perayaan yang dimulainya tahun kalender yang baru. Banyak pula orang yang menuliskan resolusi, target besar, atau sekedar harapan yang mereka inginkan. Makanya banyak tradisi ketika menyambut tahun baru dimulai dengan kembang api, doa bersama, serta kumpul bersama keluarga dan teman. Semoga di bulan Desember, atau bulan dipenghujung tahun 2025 ini dapat memberi kesan yang menarik, dan menjadi kisah perjalanan di tahun 2025. Harapan saya semoga desember ini benar kata orang jawa "Gede - gedene sumber" yang berarti bulan desember menjadi bulan yang sebagai sumber mata air yang memancar dengan baik dan lancar. Ungkapan ini terkait dengan rezeki, dan alam semesta yang menempatkan Desember sebagai bulan yang penuh berkat karena mata air melimpah. Dan tak lupa juga kita senantiasa selalu bersyukur kepada Allah. Semoga akhir bulan diakhir tahun ini menjadi hal yang bermakna dan berkah untuk setiap mahluk hidup. Buatlah ending kisah kita di tahun ini menjadi lebih bermakna. Salam.
Sent from my tablet
Komentar
Posting Komentar