Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

Refleksi Tahun Penuh Berkah 2025_So’im

Memasuki bulan Desember, bulan terakhir dalam tahun 2025, bulan yang dipandang sebagai penutup dari sebuah perjalanan yang epik dan penuh cerita. Bukan hanya sekadar penanda waktu, Desember 2025 adalah bulan yang manis dan sarat akan makna, serta  yang terpenting sarat akan keberkahan. Ada sedikit waktu yang bagus untuk sejenak berhenti, merenung, dan mensyukuri seluruh perjalanan yang telah dilalui sebelum melangkah ke tahun yang baru, yaitu Desember.
Sepanjang tahun 2025 ini, tersurat perjalanan yang luar biasa. Januari hingga Desember disibukkan dengan berbagai rencana, bebagai target, dan bermacam-macam tantangan. Maka akhir tahun ini hendaklah sisakan sedikit jeda yang diperlukan untuk melakukan refleksi. bukan hanya tentang menghitung pencapaian keberhasilan atau kegagalan, tetapi memahami isi dan prosesnya.
Refleksi Tahun ini:
  • Mensyukuri esensi perjalanan: Lihat kembali rintangan-rintangan yang menghadang, berupa rasa sakit, cemas, dan kekurangan keuangan, yang berhasil dilewati dan momen-momen manis yang membentuk kenangan yang melekat. Rasa syukur akan muncul tanpa sadar, dan rasa ini akan menjadi kunci utama untuk menghadirkan keberkahan dari Allah Yang Mahakuasa.  
  • Mengambil pelajaran dari perjalanan: Setiap tantangan dan rintangan memberikan pelajaran berharga. Akhir tahun ini adalah waktu yang ideal untuk mengidentifikasi bagian esensi yang perlu ditingkatkan dan membuat adaptasi-adaptasi yang diperlukan untuk persiapan perjalanan berikutnya.
  • Semangat kebersamaan: banyak hingar-bingar perayaan tak terduga di tahun 2025 ini, diantaranya Ramadhan, idul fitri, dan perjalanan Ibadah Haji serta berbagai perayaan yang mengiringinya. Tanpa semangat kebersamaan keluarga dan handai taulan, terbayang betapa sulitnya menyelesaikan momen tersebut. Ternyata perayaan tersebut telah menyatukan orang-orang dan menciptakan rasa kehangatan serta kebersamaan yang sangat indah.
  • Keberkahan: Apapun yang didapatkan, mari berbagi. Berapapun yang didapatkan, mari berbagi. sebab pemberian kecil pun akan mendatangkan berkah. Berbagi akan melahirkan semangat untuk selalu berbuat baik dan meredam amarah.
  • Mantapkan tujuan kedepan: Gunakan energi positif bulan ini untuk menggapai sasaran di tahun depan. Rencana-rencana yang telah tertulis akan memberikan arah yang jelas kemana di Tahun depan.  Tidak lupa pertahankan kebaikan di Tahun lalu, dan tingkatkan kebaikan di tahun depan
  • Himmah yang kuat dan optimis: Dengan niat yang kuat disertai do'a, yakin bahwa tahun depan akan membawa peluang dan keberkahan yang lebih besar.
Pada akhirnya, "Tahun penuh Berkah 2025" bukan sekadar judul, tetapi sebuah motivasi untuk menjalani bulan ini dengan penuh kesadaran, rasa syukur, dan cinta. Dengan senantaisa bertabaruk dalam setiap momentum, merefleksikan setiap perjalanan, dan menyemai harapan. Yakin bahwa babak penutup tahun ini benar-benar membawa berkah yang melimpah. Selamat datang 2026.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...