Menjadi seorang guru adalah panggilan hati. Begitu pula bagiku yang berkesempatan mengabdi di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jember.Walaupun menjadi guru bukan pilihan pertama namun karena sudah panggilan hati nyatanya sungguh menyenangkan.Tidak ada yang lebih membanggakan dari pada melihat anak-anak didik tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berpengetahuan, dan siap menghadapi masa depan. Setiap hari, aku merasakan kebahagiaan tersendiri yang datang dari proses pembelajaran ini. Pagi itu, seperti biasa, saya berangkat lebih awal dari rumah. Menyusuri jalan-jalan desa yang masih diselimuti kabut tipis. Sepanjang perjalanan, saya sering memikirkan apa yang akan saya berikan kepada anak-anakku. Bagaimana cara menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, namun tetap mendalam?Bagaiman menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang siswa hadapi dan bagaimana bisa membantu seluruh anak didik dalam menyiapkan diri menyambut masa depan dan tentunya masih banyak lagi P...
Menjadi seorang guru adalah panggilan hati. Begitu pula bagiku yang berkesempatan mengabdi di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jember.Walaupun menjadi guru bukan pilihan pertama namun karena sudah panggilan hati nyatanya sungguh menyenangkan.Tidak ada yang lebih membanggakan dari pada melihat anak-anak didik tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berpengetahuan, dan siap menghadapi masa depan. Setiap hari, aku merasakan kebahagiaan tersendiri yang datang dari proses pembelajaran ini.
Pagi itu, seperti biasa, saya berangkat lebih awal dari rumah. Menyusuri jalan-jalan desa yang masih diselimuti kabut tipis. Sepanjang perjalanan, saya sering memikirkan apa yang akan saya berikan kepada anak-anakku. Bagaimana cara menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, namun tetap mendalam?Bagaiman menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang siswa hadapi dan bagaimana bisa membantu seluruh anak didik dalam menyiapkan diri menyambut masa depan dan tentunya masih banyak lagi Pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul di pikiran saya, karena menjadi guru bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan memberi inspirasi bagi para siswa.terlebih bagi saya yang notabene sebagai seorang guru Bimbingan dan Konseling.Setibanya di sekolah, saya langsung disambut oleh murid-murid yang bersemangat. Suatu hari, saya mengajak siswa-siswi untuk berdiskusi kelompok tentang pentingnya ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Saya merasa mereka benar-benar mendengarkan, memberikan pendapat, dan berusaha memahami lebih dalam. Ada satu momen yang tak terlupakan, ketika seorang siswa dengan penuh percaya diri mengungkapkan bahwa dia ingin menjadi guru agama kelak. Saya merasa sangat terharu, karena saya tahu, pendidikan yang kami berikan tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membuka pintu bagi masa depan mereka.
Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jember memiliki ciri khas yang membedakannya dari sekolah lain. Kami tidak hanya fokus pada pelajaran akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup. Seperti pada pembiasaan keagamaan, kami selalu menekankan pentingnya praktik agama dalam kehidupan nyata. Salah satunya adalah melalui kegiatan shalat dhuha berjamaah, membaca surat-surat pendek di juz 30,membaca asmaul husna yang dilaksanakan setiap pagi sebelum mulai pembelajaran. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Ada kalanya, saya merasa sangat bangga dengan perkembangan yang ditunjukkan oleh siswa-siswi saya. Ketika mereka mampu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, atau ketika mereka dengan percaya diri menunjukkan kemampuannya baik di bidang akademik maupun non akademik,atau ketika mereka menunjukkan sikap sopan santun, saya merasa seperti orang tua yang menyaksikan anaknya tumbuh dewasa. Keberhasilan mereka adalah kebanggaan bagi saya, dan itulah yang membuat saya semakin mencintai pekerjaan ini.
Melihat setiap perkembangan siswa-siswa saya adalah kebahagiaan tersendiri. Namun, sebagai seorang guru, saya juga memiliki harapan besar. Saya ingin mereka tidak hanya menjadi orang yang pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Saya berharap, apa yang saya ajarkan tidak hanya menjadi bekal untuk ujian sekolah, tetapi menjadi bekal kehidupan yang abadi.
Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jember, saya merasa bahwa pendidikan adalah proses yang tidak pernah berhenti. Setiap hari, saya belajar bersama siswa-siswa saya. Dari mereka, saya belajar tentang kesabaran, tentang harapan, dan tentang impian-impian yang besar. Meskipun kadang tantangan datang silih berganti, namun semangat untuk terus memberikan yang terbaik tidak pernah padam.
Menjadi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jember adalah sebuah kebanggaan. Melihat siswa-siswa berkembang, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam akhlak, adalah hasil yang paling memuaskan. Pekerjaan ini lebih dari sekadar mengajar; ini adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka, membantu mereka menemukan potensi terbaik dalam diri mereka. Dan setiap hari, ketika saya melihat senyum mereka, saya tahu bahwa saya telah melakukan hal yang benar—memberi sedikit cahaya dalam dunia mereka yang penuh dengan harapan.
Komentar
Posting Komentar