Dari Laboratorium Komputer Menuju Laboratorium Karakter: Semangat Baru Pembelajaran Informatika Berbasis Cinta di Awal Tahun / Alfi Filsafalasafi
Sebagian siswa mungkin sudah terbiasa menggunakan komputer, sementara yang lain masih canggung memegang mouse atau takut menekan tombol yang salah. Jika guru hanya berfokus pada target materi, siswa yang lambat akan tertinggal dan kehilangan kepercayaan diri. Namun melalui pendekatan berbasis cinta, guru hadir sebagai pembimbing yang memahami perbedaan tersebut. Kesalahan tidak langsung dianggap kegagalan, tetapi bagian alami dari proses belajar. Saat program tidak berjalan, file terhapus, atau koneksi gagal, guru mengajak siswa menganalisis bersama, bukan memarahi. Dari sinilah tumbuh keberanian mencoba dan kemampuan memecahkan masalah.
Laboratorium komputer pun berubah fungsi, bukan hanya ruang praktik teknologi, tetapi "laboratorium karakter". Di sana siswa belajar sabar menunggu giliran, bekerja sama saat praktik kelompok, serta saling membantu ketika ada teman yang kesulitan. Guru menanamkan bahwa teknologi harus digunakan dengan tanggung jawab. Materi tentang internet, misalnya, tidak hanya membahas cara mencari informasi, tetapi juga etika digital: tidak menyebar hoaks, tidak melakukan perundungan siber, serta menghargai karya orang lain.
Kurikulum berbasis cinta juga tercermin dari cara guru membangun suasana belajar. Sapaan hangat, senyum, dan perhatian sederhana seperti menanyakan kabar siswa sebelum praktik dapat menciptakan rasa aman. Ketika siswa merasa dihargai, mereka lebih terbuka bertanya dan tidak takut mencoba. Lingkungan belajar yang positif ini sangat penting agar siswa MTsN 7 Jember memandang pelajaran Informatika bukan sebagai mata pelajaran sulit, tetapi sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat.
Januari menjadi simbol komitmen baru guru untuk terus memperbaiki pendekatan mengajar. Teknologi akan terus berkembang, aplikasi akan berganti, tetapi nilai cinta dalam pendidikan tetap relevan sepanjang masa. Dengan memadukan keterampilan digital dan pembentukan karakter, pembelajaran Informatika di laboratorium komputer dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak, beretika, dan peduli terhadap sesama. Inilah esensi perubahan yang dimulai dari awal tahun: membangun pendidikan yang memanusiakan manusia melalui sentuhan cinta di setiap proses pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar