Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Mempererat tali silaturrahmi di hari raya idul fitri 1447 H

Hari raya idul fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, lebih dari sekadar perayaan kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga.Idul fitri memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama.   Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Islam saling mengucapkan selamat idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja. Tradisi saling memaafkan ini mencerminkan nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, serta keinginan untuk memulai kembali hubungan yang lebih baik dengan hati yang bersih.   Silaturrahmi pada hari raya biasanya dilakukan dengan berbagai cara. Banyak orang yang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar. Momen berkumpul ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antara o...

VIENDY ANDRE WIYANDANA : Membangun Lingkungan Sekolah yang Ramah dan Mendukung Bersama Guru BK

Sebagai guru Bimbingan dan Konseling (BK), peran saya sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif bagi siswa. Kenyamanan siswa di sekolah merupakan faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan belajar, perkembangan sosial, dan kesehatan mental mereka. Oleh karena itu, menjaga kondisi psikologis dan emosional siswa harus menjadi prioritas utama. Pertama, saya berusaha membangun komunikasi yang efektif dan hubungan hangat dengan siswa. Siswa harus merasa diterima, didengar, dan dihargai. Dengan demikian, mereka merasa aman untuk mengungkapkan perasaan, masalah, atau kebutuhan mereka tanpa takut dihakimi atau diberi sanksi. Saya juga menyediakan ruang konseling yang nyaman dan privat agar siswa bebas berbicara. Kedua, penting untuk menciptakan suasana kelas yang ramah dan mendukung. Hal ini bisa diwujudkan dengan melibatkan guru lain untuk menerapkan pola pengajaran yang adil, menyenangkan, dan memotivasi. Menghindari tindakan diskriminatif dan bullying san...

Rona - Rona Hari Suci di Bulan Februari (Perayaan Imlek dan Ramadhan) / Andriana Nafelian, C.L.R, S.Pd

Rona - Rona Hari Suci di Bulan Februari (Perayaan Imlek dan Ramadhan) oleh Andriana Nafelian, C.L.R, S.Pd     Februari merupakan bulan ke dua di kalender kita tahun 2026 ini. Tepat di bulan ini, bentuk ketoleransian agama begitu terlihat. Bagaimana tidak? di dalam bulan Februari terdapat 2 agama yang memiliki hari suci dan hari yang di nanti - nanti bagi mereka yang menganut keyakinannya. Di tanggal 17 Februari tahun 2026 ini hari suci bagi umat Konghucu yaitu perayaan imlek. Imlek merupakan perayaan Tahun Baru dalam kebudayaan Tionghoa . D i tanggal 19 tahun 2026 merupakan hari suci bagi umat Islam yaitu Ramadhan. Jadi di Bulan februari merupakan wujud toleransi beragama yang sesungguhnya. Toleransi beragama adalah kunci utama keharmonisan, sehingga memungkinkan setiap individu menjalankan keyakinan dengan aman tanpa ancaman. Sikap saling menghargai perbedaan inilah yang mampu menciptakan kerukunan, persaudaraan, serta memperkuat persatuan sosial di tengah keberagaman budaya dan agama...

Madrasah Digital di Bulan Suci: Kolaborasi, Kreasi, dan Kepedulian / Alfi Filsafalasafi

Bulan Ramadan merupakan momen yang penuh keberkahan dan menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian, serta peningkatan kualitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual. Di lingkungan MTsN 7 Jember, semangat "Satu Hati, Sejuta Peduli" dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kehadiran madrasah digital bukan sekadar mengikuti arus modernisasi, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan Ramadan melalui kolaborasi, kreasi, dan penyebaran informasi yang positif. Transformasi digital dalam pembelajaran memungkinkan siswa untuk tetap produktif dan kreatif selama bulan suci. Melalui mata pelajaran TIK, siswa dapat belajar membuat berbagai konten yang bermanfaat, seperti poster digital ajakan berbagi, video kultum Ramadan , desain ucapan selamat berpuasa, hingga pembuatan majalah digital bertema kegi...

JANUARI MERUBAH DIRI PADA KURIKULUM BERBASIS CINTA/HASIT YASIN

JANUARI MERUBAH DIRI PADA KURIKULUM BERBASIS CINTA DIRI   يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ     Awal Januari selalu terasa seperti lembaran baru. Tahun berganti, kalender diperbarui, dan hati pun seakan diberi kesempatan untuk memulai kembali. Pada momen inilah perubahan terasa lebih mungkin dilakukan. Salah satu perubahan yang paling bermakna adalah merancang kehidupan dengan "kurikulum berbasis cinta".   Kurikulum sering kita pahami sebagai seperangkat rencana pembelajaran di sekolah. Namun dalam kehidupan, kurikulum bisa dimaknai sebagai arah, nilai, dan tujuan yang kita pilih untuk dijalani setiap hari. Jika selama ini kita hidup dengan kurikulum berbasis target semata—angka, pencapaian...

JANUARI MERUBAH DIRI PADA KURIKULUM BERBASIS CINTA/HASIT YASIN

JANUARI MERUBAH DIRI PADA KURIKULUM BERBASIS CINTA DIRI Awal Januari selalu terasa seperti lembaran baru. Tahun berganti, kalender diperbarui, dan hati pun seakan diberi kesempatan untuk memulai kembali. Pada momen inilah perubahan terasa lebih mungkin dilakukan. Salah satu perubahan yang paling bermakna adalah merancang kehidupan dengan "kurikulum berbasis cinta".   Kurikulum sering kita pahami sebagai seperangkat rencana pembelajaran di sekolah. Namun dalam kehidupan, kurikulum bisa dimaknai sebagai arah, nilai, dan tujuan yang kita pilih untuk dijalani setiap hari. Jika selama ini kita hidup dengan kurikulum berbasis target semata—angka, pencapaian, pengakuan—maka awal Januari adalah waktu yang tepat untuk beralih pada kurikulum berbasis cinta.   Cinta menjadi fondasi utama. Cinta kepada Tuhan yang melahirkan keikhlasan dalam beribadah. Cinta kepada diri sendiri yang mendorong kita menjaga kesehatan fisik dan mental. Cinta kepada keluarga y...

RAMADHAN BULAN SEJUTA PEDULI_SO’IM

Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu setiap tahun. karena ramadhan adalah momentum emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ketaqwaan dan membersihkan jiwa, serta memperkuat ikatan sosial dan kepedulian terhadap sesama makhluk. Karena itu Ramadhan bukan hanya sekedar lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga maghrib, tetapi pantas Ramadhan disebut bulan sejuta kepedulian. Puasa mengasah empati . Pengalaman fisik berpuasa secara langsung merasakan lapar dan haus akan mengetuk pintu hati dan mengajarkan empati terhadap mereka yang fakir, mereka yang tidak hanya sebulan berpuasa, tetapi lebih dari sebulan bahkan berpuasa sepanjang tahun karena kemiskinannya. Puasa adalah merajut kasih sayang . Di bulan ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Dalam bulan Ramadhan Rosulullah SAW memberi contoh kepada ummatnya untuk lebih dermawan kepada kerabat dan handai taulan. Kedermawanan beliau tidak hanya berupa harta, atau materi...

Ramadhan Tiba: “Satu Hati – Sejuta Peduli” Bersama Guru Matematika/ Iin Indrawati

Bulan suci Ramadhan selalu datang membawa keberkahan di  mana saja, terkhusus di Madrasah tempataku menebar ilmu. Suasana pagi akan terasa beda, dengan sapaan salam yang  terdengar lebih hangat. Bagi guru matematika, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan kolaborasi memperkuat kepedulian dan menata hati serta mengatur waktu dalam mendidik siswa di dalam kelas.   Ramadhan jugamengajarkan makna keikhlasan. Nilai inilah yang selaras dengan peran guru. Seorang guru matematika tidak sekadar menyampaikan rumus, menghitung angka, atau menuntaskan target kurikulum. Lebih dari itu, guru hadir sebagai pembimbing dan penuntun siswa dengan kesabaran juga ketelatenan. Setiap penjelasan yang diulang, setiap langkah pengerjaan soal yang diperinci, hingga setiap senyum penyemangat adalah wujud pengabdian tulus.   Tema "Satu Hati – Sejuta Peduli" terasa sangat hidup di ruang kelas matematika. Satu hati berarti menyatukan nia...

Mencari Barokah di Bulan Romadhon/ Drs.Hasit, M.Pd.I.

MENCARI BAROKAH DIBULAN ROMADHON بسم الله الرحمن الرحيم شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ  ۝١   Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Di bulan inilah Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, dan di bulan ini pula pintu-pintu rahmat serta ampunan Allah dibuka selebar-lebarnya. Setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk mencari barokah dalam kehidupan, baik barokah dalam ibadah, rezeki, waktu, maupun hati.   Mencari barokah di bulan Ramadhan dapat dimula...

Ramadhan Membentuk Karakter Disiplin dan Empati Siswa / Nike Kusumawardani, S. Pd.

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan pendidikan jiwa yang penuh makna. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga membentuk karakter. Bagi siswa, Ramadhan menjadi momen istimewa untuk belajar mengendalikan diri, memperbaiki kebiasaan, serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Puasa melatih kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab, karena hanya diri sendiri dan Allah yang benar-benar mengetahui apakah seseorang sungguh-sungguh menjalankannya atau tidak. Salah satu karakter utama yang dibentuk melalui Ramadhan adalah disiplin. Siswa belajar mengatur waktu dengan baik, mulai dari bangun sahur, melaksanakan sholat tepat waktu, hingga menjaga aktivitas belajar agar tetap optimal meski sedang berpuasa. Disiplin ini tidak hanya terlihat dalam ibadah, tetapi juga dalam tugas sekolah, kehadiran, serta sikap selama proses pembelajaran. Ketika siswa mampu mengelola waktu da...

Ramadan Vibe: Satu Hati Sejuta Peduli, Karena Pahala Lebih Manis dari Es Campur |Oleh Muhammad Pandu Syarifuddin|Ka_Pan|

Ramadan telah kembali mengetuk pintu rumah kita. Bersamanya, hadir sebuah fenomena yang sering kita sebut sebagai "Ramadan Vibe". Fenomena ini bukan sekadar perubahan jadwal tidur atau munculnya iklan sirup yang mendadak puitis di televisi. Ramadan Vibe adalah tentang atmosfer yang berubah; jalanan yang mendadak ramai oleh "atlet" pemburu takjil sore hari, suara tadarus yang bersahutan, hingga aroma gorengan yang entah mengapa terasa sepuluh kali lebih menggoda dibanding bulan-bulan biasanya. Di tengah riuhnya persiapan berbuka, mata kita sering kali tertuju pada segelas es campur yang dingin menggoda. Warnanya yang ceria—perpaduan sirup merah, potongan nangka, alpukat, dan gunungan es serut—seolah menjadi kasta tertinggi dalam piramida makanan setelah seharian menahan dahaga. Namun, jika kita berhenti sejenak dan melakukan "literasi hati", ada sebuah rasa yang jauh lebih legit, lebih dingin menyegarkan, dan efek manisnya bertahan hingga ke akhirat. Itulah...

Ramadan Vibes: Antara War Takjil dan Menangis di Sepertiga Malam/ Miftahur Rizal, S.Pd.

Ramadan selalu datang dengan dualitas rasa yang unik. Di satu sisi, ia membawa keriuhan yang penuh tawa di aspal jalanan menjelang berbuka. Di sisi lain, ia menawarkan keheningan yang menyayat hati di bawah langit sepertiga malam. Fenomena ini menciptakan sebuah spektrum emosi yang kita kenal sebagai "Ramadan Vibes"—sebuah perpaduan antara selebrasi sosial yang jenaka dan vibrasi spiritual yang mendalam. Belakangan, istilah "War Takjil" menjadi representasi betapa meriahnya sore hari di bulan suci. Fenomena ini bukan sekadar urusan perut, melainkan panggung kegembiraan kolektif. Tepat pukul empat sore, jalanan berubah menjadi medan pertempuran yang damai. Aroma gorengan yang baru diangkat, manisnya kolak pisang, hingga segarnya es timun suri menjadi magnet yang menyatukan semua kalangan. Menariknya, war takjil melintasi batas identitas; semua orang tampak bersemangat berburu bubur sumsum atau gorengan legendaris di pinggir jalan. Ada tawa saat sese...

Semangat Ramadhan “Peduli dan Berbagi”/ Sujarwati, S.Pd.

Dari hari ke hari, bulan ke bulan kini tak terasa  hadir dihadapan umat muslim di seluruh dunia adalah Bulan Suci Ramadhan. Dengan rasa bangga dan bersyukur selalu kita panjatkan karena di bulan suci ini masih diberi nikmat sehat, mendapat lindungan dari Allah SWT  mudah-mudahan kita tetap bisa melaksanakan ibadah puasa  dengan khusyuk dan tuma'ninah. Salah satu yang menarik di ramadhan adalah tarawih menjadi  hal yang luar biasa dilaksanakan sebulan penuh sehingga menjadi kebahagian tersendiri. Dengan shalat Tarawih  disebut memiliki pahala yang serupa shalat malam semalam suntuk. "Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk," bunyi hadist dari HR Tirmidzi. Mari di bulan yang suci ini kita tingkatkan iman, islam kita sebagai umat beragama. Dan Tak bisa dilupakan oleh kita semua bulan yang penuh ampunan,  penuh berkah dan rahmat, sudah saatnya kita mau...

RAMADAN TIBA, “SATU HATI, SEJUTA PEDULI” / YUNI HERAWATI

Bulan Ramadan kembali hadir menyapa umat Islam di seluruh dunia. Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat empati, dan membangun solidaritas antarsesama. Tema "Satu Hati, Sejuta Peduli" menjadi pengingat penting bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus hidup dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, sejalan dengan tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dalam konteks IPS, manusia dipahami sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu saling membutuhkan dan terikat dalam hubungan sosial yang kompleks. Ramadan mengajarkan nilai kebersamaan melalui berbagai aktivitas sosial seperti berbagi takjil, zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan-kegiatan ini mencerminkan konsep interaksi sosial, solidaritas, dan keadilan sosial yang menjadi bagian penting dalam kajian IPS. "Satu Hati" menggambarkan persatuan dan kesamaan tujuan, yaitu menciptakan ...

Refleksi Guru Pendidikan Pancasila dalam Menumbuhkan Karakter Mulia Peserta Didik / Anis Sa'adah

Ramadan tiba membawa suasana yang berbeda di setiap sudut kehidupan. Bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan nilai-nilai luhur yang selaras dengan ajaran Pancasila. Bagi guru Pendidikan Pancasila, Ramadan menjadi ruang refleksi sekaligus kesempatan emas untuk menanamkan karakter kebangsaan melalui keteladanan dan aksi nyata. Tema "Satu Hati, Sejuta Peduli" menggambarkan semangat persatuan dan kepedulian sosial yang sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa terasa begitu kuat selama Ramadan. Peserta didik diajak untuk memperdalam keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan sikap toleransi antarumat beragama. Guru Pendidikan Pancasila berperan mengaitkan ibadah Ramadan dengan sikap saling menghormati, baik kepada sesama muslim maupun kepada pemeluk agama lain. Dari sini, siswa belajar bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga dengan hati yang lapang. Ramad...

Meneguhkan Peran Guru SKI dalam Menanamkan Kepedulian Sosial / Uswatun Hasanah

Ramadan kembali menyapa umat Islam dengan sejuta makna dan pelajaran. Bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum penyucian hati, penguatan iman, serta peneguhan kepedulian sosial. Tema "Ramadan Tiba, Satu Hati, Sejuta Peduli" menjadi pengingat bahwa ibadah personal harus berjalan seiring dengan kepekaan terhadap sesama. Dalam konteks pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Ramadan menjadi ruang refleksi sekaligus praktik nilai-nilai luhur Islam yang autentik. Guru SKI memiliki peran strategis dalam menjadikan Ramadan sebagai sarana pembelajaran yang bermakna. Sejarah Islam sarat dengan teladan kepedulian sosial, mulai dari sikap Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, hingga praktik ukhuwah dan solidaritas yang ditunjukkan para sahabat. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dihidupkan kembali melalui pembelajaran kontekstual yang mengaitkan sejarah dengan realitas kehidupan peserta didik saat ini. Me...

Ramadan Tiba, “Satu Hati, Sejuta Peduli”: Refleksi Guru Bahasa Indonesia / Iva Aminatuz Zuriyah

Ramadan kembali menyapa dengan kelembutannya. Bulan yang dinanti ini hadir membawa ketenangan, harapan, sekaligus ruang refleksi bagi setiap insan, termasuk bagi kami para guru Bahasa Indonesia. Di tengah kesibukan mengajar, Ramadan menjadi momentum istimewa untuk menyatukan hati dan menumbuhkan kepedulian, sebagaimana tema "Satu Hati, Sejuta Peduli". Sebagai guru Bahasa Indonesia, Ramadan bukan hanya tentang penyesuaian jadwal pembelajaran atau ritme kelas yang lebih pelan karena siswa berpuasa. Lebih dari itu, Ramadan adalah kesempatan emas untuk menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam proses belajar. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan rasa, empati, dan kepedulian antarsesama. Melalui kata-kata, kami mengajarkan makna saling memahami dan menghargai perbedaan. Di dalam kelas, suasana Ramadan terasa berbeda. Anak-anak datang dengan wajah lelah namun penuh semangat. Di sinilah peran guru diuji, bukan hanya sebagai pengajar materi, tetapi sebagai...

Ramadan Tiba: "Satu Hati, Sejuta Peduli" / Izza Nurlaila

Ramadan kembali menyapa umat Islam dengan kelembutan dan keberkahan yang menenangkan jiwa. Bulan suci ini bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, melainkan juga ruang istimewa untuk menata hati, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Bagi guru Al-Qur'an Hadits, Ramadan adalah madrasah ruhani yang sarat makna, sekaligus kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang hidup dan membumi dalam keseharian peserta didik. Tema "Satu Hati, Sejuta Peduli" menjadi refleksi penting bahwa Ramadan hadir untuk menyatukan hati umat dalam ketaatan dan kasih sayang. Al-Qur'an dan Hadits mengajarkan bahwa ibadah yang sejati tidak hanya berdimensi vertikal kepada Allah Swt., tetapi juga berdampak horizontal kepada sesama manusia. Puasa melatih empati, mengasah rasa, dan membangun kepekaan sosial terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Sebagai pendidik Al-Qur'an Hadits, guru memiliki peran strategis dalam menghidupkan semangat Ramadan d...

Ramadan Tiba, Satu Hati, Sejuta Peduli: "Menumbuhkan Kepedulian Melalui Pembelajaran IPA" / Ririn Sulistyowati

Bulan Ramadan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah secara personal, Ramadan juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, empati, dan kebersamaan. Bagi guru IPA, Ramadan adalah kesempatan emas untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada konsep sains, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dengan semangat "Satu Hati, Sejuta Peduli". IPA sejatinya mempelajari kehidupan dan alam semesta. Di dalamnya terdapat keterkaitan erat antara manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta. Ramadan mengajarkan pengendalian diri, kepekaan terhadap sesama, serta rasa syukur atas nikmat yang sering kali terabaikan. Nilai-nilai ini selaras dengan tujuan pembelajaran IPA yang menumbuhkan kesadaran akan keteraturan alam dan tanggung jawab manusia dalam menjaganya. Dalam pembelajaran IPA di bulan Ramadan, guru dapat mengaitkan materi dengan nilai kepedulian. Misalnya pada materi sistem pencernaan, siswa diajak memah...

Ramadan Tiba, “Satu Hati, Sejuta Peduli” / Kholishoh Listiana

Ramadan tiba dengan segala kesyahduannya. Bulan yang dinanti ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menata hati, mengasah empati, dan menumbuhkan kepedulian. Bagi seorang guru matematika, Ramadan menjadi momentum reflektif untuk menghadirkan pembelajaran yang bukan sekadar logis dan rasional, tetapi juga humanis dan penuh makna. Dalam suasana Ramadan, tema "Satu Hati, Sejuta Peduli" menemukan relevansinya di ruang kelas matematika. Selama ini matematika sering dipersepsikan sebagai pelajaran yang kaku, penuh angka, rumus, dan hitungan pasti. Padahal, di balik setiap angka tersimpan nilai kehidupan: kejujuran dalam perhitungan, ketelitian dalam langkah, dan tanggung jawab atas hasil. Ramadan mengajarkan bahwa proses lebih penting daripada hasil semata—sebuah nilai yang selaras dengan pembelajaran matematika. Guru matematika dapat menanamkan makna bahwa kesalahan bukan untuk dihukum, tetapi untuk diperbaiki, sebagaimana manusia yang terus bel...

REFLEKSI GURU MATEMATIKA DALAM MENYEMAI NILAI KEPEDULIAN / EKO BUDI SETIYADI

Ramadan kembali menyapa kita, membawa cahaya spiritual yang menenangkan sekaligus menggerakkan. Bagi seorang guru matematika, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk menata ulang niat, menyelaraskan logika dengan nurani, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Tema "Satu Hati, Sejuta Peduli" menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya soal angka, rumus, dan hasil akhir, melainkan juga tentang membangun karakter dan kepedulian sosial. Matematika sering dipandang sebagai ilmu yang kaku, penuh hitungan, dan jauh dari nilai kemanusiaan. Padahal, di balik setiap konsep matematika tersimpan nilai keteraturan, keadilan, dan keseimbangan. Ramadan mengajarkan kita makna keseimbangan yang sesungguhnya: menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Seorang guru matematika memiliki peran strategis untuk menanamkan nilai ini melalui proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran matematika, kita ...

RAMADAN TIBA: “SATU HATI, SEJUTA PEDULI” Keluarga Besar MTs Negeri 7 Jember Sambut dengan Penuh Suka Cita By. Nurul Laili, S.Pd., M.Pd.I

Pergi ke taman memetik melati, Melati putih harum baunya. Ramadan datang sucikan hati, Saatnya berbagi penuh makna. Mentari pagi menyapa jiwa, Semilir angin membawa damai. Satu hati kita bersua, Sejuta peduli siap terangkai. Ramadan kembali menyapa umat Islam dengan kelembutan cahaya dan keteduhan makna. Bulan suci yang selalu dinanti ini hadir membawa pesan cinta, kepedulian, dan penghambaan yang tulus kepada Allah SWT. Setiap detik di dalamnya adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mempererat ukhuwah. Tidak terkecuali bagi keluarga besar MTs Negeri 7 Jember, Ramadan disambut dengan penuh suka cita, rasa syukur, dan semangat kebersamaan. Tema "Satu Hati, Sejuta Peduli" menjadi ruh utama dalam setiap aktivitas Ramadan di MTs Negeri 7 Jember. Tema ini mencerminkan tekad bersama seluruh warga madrasah—kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua—untuk menyatukan hati dal...