Langsung ke konten utama

RAMADHAN BULAN SEJUTA PEDULI_SO’IM

Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu setiap tahun. karena ramadhan adalah momentum emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ketaqwaan dan membersihkan jiwa, serta memperkuat ikatan sosial dan kepedulian terhadap sesama makhluk. Karena itu Ramadhan bukan hanya sekedar lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga maghrib, tetapi pantas Ramadhan disebut bulan sejuta kepedulian.
Puasa mengasah empati. Pengalaman fisik berpuasa secara langsung merasakan lapar dan haus akan mengetuk pintu hati dan mengajarkan empati terhadap mereka yang fakir, mereka yang tidak hanya sebulan berpuasa, tetapi lebih dari sebulan bahkan berpuasa sepanjang tahun karena kemiskinannya.
Puasa adalah merajut kasih sayang. Di bulan ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Dalam bulan Ramadhan Rosulullah SAW memberi contoh kepada ummatnya untuk lebih dermawan kepada kerabat dan handai taulan. Kedermawanan beliau tidak hanya berupa harta, atau materi, tetapi juga berupa kepedulian, dalam bentuk tindakan nyata, do'a dan senyuman.
Dalam hal ini rasanya perlu kita mengekspresikan kedermawanan melalui beberapa kegiatan berikut: 1), Berbagi iftar (makan berbuka puasa) atau ta'jil kepada mereka yang membutuhkan. 2). Menyalurkan zakat fitrah dan zakat profesi untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi ummat. 3). Berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan pakaian baru atau pakaian pantas pakai kepada kaum dua'afa.
Puasa adalah bulan kebersamaan. Fenomena berbagi di bulan Ramadhan, mulai dari berbagi hidangan ringan ketika tadarus, sodaqoh malam likuran (maleman) hingga bhakti sosial membersihkan masjid dan lingkungan, menunjukkan bahwa bulan Ramadhan telah menyatukan ummat dalam kebersamaan. Ramadhan mengajarkan solidaritas sosial tanpa memandang suku bangsa, kelompok, maupun tingkat kekayaan. Ummat semuanya belajar tentang persamaan dan kesejajaran.
Ikhtishar. Dengan berbagi kasih sayang dan kebaikan hati di bulan Ramadhan akan tercipta keharmonisan yang indah. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memulai perbaikan diri dan lingkungan sekitar. Mari kita jadikan Ramadhan tahun 1447 ini sebagai momentum untuk menebar, mengasah, dan meningkatkan empati, Kasih sayang dan kebersamaan. Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah-NYA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...