Langsung ke konten utama

Mempererat tali silaturrahmi di hari raya idul fitri 1447 H

Hari raya idul fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, lebih dari sekadar perayaan kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga.Idul fitri memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama.   Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Islam saling mengucapkan selamat idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja. Tradisi saling memaafkan ini mencerminkan nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, serta keinginan untuk memulai kembali hubungan yang lebih baik dengan hati yang bersih.   Silaturrahmi pada hari raya biasanya dilakukan dengan berbagai cara. Banyak orang yang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar. Momen berkumpul ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antara o...

Bola - Bola Nastar Tanda Idul Fitri Telah Tiba / Andriana Nafelian C.L.R, S.Pd


Bola - Bola Nastar Tanda Idul Fitri Telah Tiba

oleh : Andriana Nafelian C.L.R, S.Pd

 

Hari Idul Fitri / hari lebaran adalah momen istimewa penuh suka cita, diawali dengan takbiran, shalat Ied, dan bermaaf-maafan. Tradisi utama dalam momen ini dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga dan saudara, menyantap menu ketupat dan bagi - bagi THR. Hari Idul Fitri adalah waktu untuk mempererat silaturahmi, bebagi rezeki, dan refleksi diri. Ciri khas suasana lebaran / idul fitri diawali dengan : 1) Malam takbiran : suasana meriah dengan gema takbir dari masjid dan lampu hias. 2) Shalat Idul Fitri : Melaksanakan kegiatan shalat Ied di masjid. 3) Silaturahmi : Berkeliling untuk mengunjungi rumah tetangga dan saudara kemudian sungkeman dan bermaaf- maafan, akan tetapi pada keluarga inti terlebih dahulu. 3) THR : Momen yang paling ditunggu anak - anak dengan menerima THR (uang saku) dari sanak saudara. 4) Mudik : Kegiatan kembali ke kampung halaman untuk bertemu nenek ataupun keluarga besar untuk menciptakan kenangan yang hangat dan berkesan. Lebaran menjadi momen healing setelah sebulan puasa dan dengan diiringi kebahagian dan kebersamaan.

Adapula yang menjadi ciri khas di hari lebaran yaitu jamuan untuk para saudara yang hadir berkunjung ke rumah untuk bersilaturahmi berupa camilan bola bola nastar. Bola - bola nastar bukanlah sekedar camilan melainkan ikon dan penanda utama bahwa lebaran (idul fitri) telah tiba di Indonesia. Kue kering ini berisi selai nanas yang telah menjadi tradisi turun - temurun yang wajib ada di setiap meja tamu saat perayaan di hari kemenangan. Kue nastar merupakan bukti nyata akulturasi budaya. Berasal dari kue pai Belanda, nastar telah diadaptasi dan dimodifikasi oleh masyarakat Indonesia hingga menjadi kue khas yang lekat dengan perayaan.

Beberapa alasan bola - bola nastar identik dengan tibanya lebaran yaitu : 1) Filosofi kemakmuran dan rezeki : dalam budaya Tionghoa nastar sering Ong Lai (buah pir emas) yang melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan rezeki. Nastar mengalami modifikasi menjadi bola - bola kecil dengan warna kuning emas sehingga dianggap membawa rezeki melimpah dan keberuntungan. Sehingga menyuguhkan nastar saat lebaran diharapkan membawa keberuntungan bagi tuan rumah dan tamu. 2) Simbol kehangatan silaturahmi : Lebaran adalah momen halal bihalal dan berkunjung kerumah saudara. Nastar hadir sebagai hidangan wajib yang manis dan gurih, melambangkan kehangatan serta kebersamaan dalam mempererat tali silaturahmi. 3) Tanda "belum lebaran kalau belum ada nastar" : istilah seperti ini muncul dari generasi ke generasi. Nastar memiliki tekstur yang lembut, gurih dengan perpaduan selai nanas yang sedikit asam manis membuat nastar menjadi favorit. Toples yang berisi nastar di meja tamu menjadi penanda visual bahwa suasana lebaran sudah terasa. Nastar selalu dihidangkan bersama dengan kue kering lainnya seperti kastengel dan putri salju.

Sehingga kehadiran bola - bola nastar menandakan berakhirnya bulan puasa, maka tiba saatnya momen maaf-maafkan, dan menghadirkan kehangatan silaturahmi yang disuguhkan dalam rasa manis di hari nan fitri. Mari kita jadikan momen hari ini sebagai hari kemenangan dan hari keberkahan, "Taqabbalallahu minna wa minkum, minal 'aidin wal faizin".


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...