Langsung ke konten utama

Perayaan kemerdekaan Indonesia by/ Siti Fathimah

Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 setelah melalui proses perjuangan panjang selama 350 tahun atau tiga setengah  abad melawan penjajah bangsa Eropa dengan didorong oleh semangat persatuan dan kesatuan  bangsa. Setelah Bangsa Indonesia di proklamasikan rakyat Indonesia terus berjuang hingga kedaulatan Indonesia diakui secara sah di kancah dunia internasional dengan berbagai bentuk perjuangan baik secara diplomasi maupun dengan genjatan senjata.perlu kita ketahui  meski kita sudah merdeka masih banyak daerah - daerah yang belum merdeka penuh  dan statusnya masih miliknya penjajah.Rakyat Indonesia selama 5 tahun mempertahankan kemerdekaan Indonesia        Bulan Agustus adalah bulan yang penuh bersejarah dan sangat bermakna bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan inilah Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Bulan Agustus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan...

Idulfitri, Momen Silaturahmi Bukan Ajang Saling Menyakiti

Oleh : Riski Fidiana, S.Pd.


Salah satu momen terbaik bagi umat muslim adalah hari Idulfitri. Hari raya ini menjadi momen 'kemenangan' bagi umat muslim setelah menahan hawa nafsu dengan berpuasa selama sebulan penuh. Momen ini dijadikan sebagai salah satu alasan untuk berkumpul dengan keluarga yang tinggal berjauhan, entah dikarenakan pendidikan atau pekerjaan.


Mudik menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh sebagian orang. Pulang ke rumah bertemu dengan orang-orang tersayang, melepas rindu, dan istirahat sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan maupun pendidikan di perantauan. Setelah sekian lama berada di perantauan, tentunya mudik menjadi alasan yang kuat untuk pulang.


Sayangnya, bagi sebagian orang hari Idulfitri menjadi hari yang dihindari. Bukan tanpa alasan, terkadang mereka menghindari beberapa pertanyaan yang bagi sebagian orang dianggap biasa tetapi menimbulkan rasa canggung, malas, bahkan trauma. Tentu saja, setiap orang memiliki struglle-nya masing-masing.


Beberapa orang masih berjuang dengan kuliahnya. Ada yang belum selesai dengan skripsinya, entah kesulitan dalam penelitiannya, entah kesulitan dalam bimbingan dengan dosen, entah masalah biaya. Pertanyaan 'kapan lulus?' mungkin terdengar sederhana, tetapi cukup menimbulkan perasaan tertekan.


Ada lagi yang mungkin telah lulus kuliah, tetapi belum juga mendapat pekerjaan. Pertanyaan 'kerja di mana sekarang?' juga bukan menjadi pertanyaan yang tepat. Karena kita tidak pernah tahu seberapa keras dia berjuang untuk mendapatkan pekerjaan pertamanya.


Satu lagi, beberapa orang belum ditakdirkan untuk bertemu dengan jodohnya. Pertanyaan 'kapan nikah?' tentunya menjadi momok yang sangat dihindari meskipun terkadang hal tersebut telah menjadi makanan sehari-hari. Padahal kita tahu, manusia berjalan di atas takdirnya masing-masing yang tentunya tidaklah sama antara manusia satu dengan manusia lainnya.


Terlepas dari beberapa pertanyaan tersebut, yang terkadang tanpa sadar keluar dari mulut kita, tidak ada salahnya jika kita memilih pertanyaan lain yang tentunya tidak menyinggung. Kita bisa bertanya bagaimana kabar saudara kita, apakah hidupnya baik-baik saja, atau bahkan cukup bertanya 'sehat kan sekarang?' Pertanyaan ringan seperti itu justru menjadi pertanyaan yang dinanti-nantikan oleh beberapa orang. Atau jika kita ragu, lebih baik tidak bertanya, daripada momen silaturahmi menjadi momen yang menyakiti. Jangan sampai kita menjadi alasan orang lain merasakan sakit hati, apalagi di momen yang fitri. Eid mubarak!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...