Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Madrasahku, Cintaku: Cerita Indah dari MTsN 7 Jember / Ahmad Taqiyyudin, S.Pd.

Madrasahku bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua yang penuh kenangan. Setiap pagi, langkah kaki terasa ringan saat memasuki gerbang, disambut suasana yang hangat dan penuh semangat. Di sinilah aku mulai memahami arti kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab. Bangunan sederhana itu menyimpan ribuan cerita yang tak akan pernah terlupakan. Di dalam kelas, aku tidak hanya belajar tentang pelajaran, tetapi juga tentang kehidupan. Guru-guru dengan sabar membimbing, tak hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan. Dari mereka, aku belajar arti keikhlasan dan kerja keras. Setiap nasihat yang diberikan terasa seperti bekal berharga untuk menghadapi masa depan. Teman-teman di madrasah menjadi bagian penting dari kisah indah ini. Tawa yang pecah di sela pelajaran, kerja sama saat mengerjakan tugas, hingga saling mendukung saat menghadapi ujian, semuanya terasa begitu berarti. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa persahabatan yang tulus, seolah kami adalah satu keluarga yang sal...

Madrasahku, Cintaku: Cerita Indah dari MTsN 7 Jember / Ahmad Taqiyyudin, S.Pd.

Madrasahku bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua yang penuh kenangan. Setiap pagi, langkah kaki terasa ringan saat memasuki gerbang, disambut suasana yang hangat dan penuh semangat. Di sinilah aku mulai memahami arti kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab. Bangunan sederhana itu menyimpan ribuan cerita yang tak akan pernah terlupakan. Di dalam kelas, aku tidak hanya belajar tentang pelajaran, tetapi juga tentang kehidupan. Guru-guru dengan sabar membimbing, tak hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan. Dari mereka, aku belajar arti keikhlasan dan kerja keras. Setiap nasihat yang diberikan terasa seperti bekal berharga untuk menghadapi masa depan. Teman-teman di madrasah menjadi bagian penting dari kisah indah ini. Tawa yang pecah di sela pelajaran, kerja sama saat mengerjakan tugas, hingga saling mendukung saat menghadapi ujian, semuanya terasa begitu berarti. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa persahabatan yang tulus, seolah kami adalah satu keluarga yang sal...

MENEMUKAN CINTAKU PADA MADRASAHKU: LEBIH DARI SEKADAR TEMPAT KERJA_SO’IM

Madrasah bukan hanya sekadar tempat dan bangunan untuk belajar Agama, melainkan rumah kedua yang membentuk jiwa. Itulah yang aku rasakan saat "menemukan" cintaku pada madrasahku. mulanya, kuanggap madrasah mungkin relatif sama dengan sekolah pada umumnya. Namun, seiring berjalannya waktu, aku menyadari bahwa madrasahku adalah tempat bertemunya kesadaran ilmu pengetahuan dan ketulusan hati. Tempat aku menciptakan suasana yang syahdu, nyaman, asri, dan sarat dengan nilai-nilai akhlak mulia. Rasa cinta itu berkembang perlahan. Tumbuh seiring lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menggema di setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Ada kebahagiaan yang tidak aku temukan di tempat lain. Madrasah ini mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlakul karimah. Di madrasah, disiplin, jujur dan santun adalah karakter. Bukan aturan yang terasa mengekang, melainkan pendidikan dengan hati sabar dan terarah di tengah kenakalan masa remaja gen Z. Cintaku pada mad...

Lolos Menyingkirkan 400 Peserta ke Ruang Kelas Desa: Ku Temukan Cinta sebagai Guru MTsN 7 Jember

Perjalanan hidup sering kali membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Begitulah kisahku menemukan cinta bukan sekadar cinta biasa, tetapi cinta terhadap profesi, pengabdian, dan masa depan generasi bangsa. Semua bermula pada tahun 2024, ketika aku memutuskan mengikuti seleksi CPNS. Prosesnya tidak mudah. Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 4.000 orang, persaingan terasa begitu ketat. Setiap tahapan ujian menguji kemampuan, mental, dan kesabaran. Namun, di balik tekanan itu, ada harapan besar yang terus mendorongku untuk melangkah maju. Takdir kemudian membawaku menjadi seorang guru di MTsN 7 Jember. Sebuah titik yang sebelumnya tidak pernah aku rencanakan. Aku yang terbiasa mengajar siswa SMK, kini harus beradaptasi dengan siswa MTs yang memiliki karakter dan kebutuhan belajar yang berbeda. Perjalanan merantau dari Pasuruan ke Jember menjadi langkah besar dalam hidupku. Jarak yang cukup jauh tidak menyurutkan semangatku. Justru, perjalanan ini me...

“KANDAS” BY NURUL LAILI, S.Pd., M.Pd.I

Pergi ke taman memetik melati, Harumnya semerbak hingga ke hati. Inilah kisah perjalanan diri, Tentang cinta yang datang silih berganti. Cinta pertama… katanya hanya cinta monyet. Begitulah orang-orang menyebutnya—cinta yang datang sebentar, singgah sekejap, lalu hilang tanpa jejak. Namun bagiku, cinta itu nyata. Ia hadir tanpa diminta, tumbuh tanpa direncanakan, dan meninggalkan luka yang tak mudah dilupakan. Semua berawal saat aku duduk di bangku SMP. Namanya Pak Arif, guru Fisika yang dikenal tegas, cerdas, dan berwibawa. Di mataku yang masih remaja, beliau bukan sekadar guru. Ada rasa kagum yang perlahan berubah menjadi rasa yang tak bisa kujelaskan. Setiap beliau mengajar, aku selalu duduk paling depan, berpura-pura fokus mencatat, padahal sesekali mencuri pandang. Entah sejak kapan, kebiasaan sederhana itu berubah menjadi rutinitas yang membuat hariku terasa lengkap. Yang membuat segalanya semakin berwarna adalah kebiasaan kami berangkat...

Jejak Ramadhan di Tanah Suci dan Hangatnya Idul Fitri di Tanah Air // Nala Arwi

Di awal Ramadhan tahun itu, hatiku dipenuhi perasaan yang sulit dijelaskan, antara haru, syukur, dan sedikit tak percaya. Untuk pertama kalinya, aku mendapat kesempatan menunaikan ibadah umroh. Perjalanan yang selama ini hanya menjadi doa, akhirnya Allah kabulkan tepat di bulan suci. Hari-hari pertama di tanah suci terasa begitu berbeda. Makkah menyambut dengan suasana yang khusyuk dan damai. Setiap langkah menuju Masjidil Haram serasa dipenuhi getaran iman. Saat pertama kali melihat Ka'bah, air mata tak terbendung. Semua doa, semua harapan, seakan tumpah dalam satu sujud panjang. Selama 12 hari menjalankan ibadah umroh, setiap waktu terasa begitu berharga. Selain beribadah, kami juga melakukan city tour di sekitar kota Makkah dan Madinah. Di Makkah, kami mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang selama ini hanya kami dengar dari cerita—Jabal Nur, Jabal Tsur, dan Padang Arafah. Di Madinah, suasana terasa lebih tenang. Masjid Nabawi dengan payung-payungnya yang mega...