Langsung ke konten utama

Madrasahku, Cintaku: Cerita Indah dari MTsN 7 Jember / Ahmad Taqiyyudin, S.Pd.

Madrasahku bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua yang penuh kenangan. Setiap pagi, langkah kaki terasa ringan saat memasuki gerbang, disambut suasana yang hangat dan penuh semangat. Di sinilah aku mulai memahami arti kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab. Bangunan sederhana itu menyimpan ribuan cerita yang tak akan pernah terlupakan. Di dalam kelas, aku tidak hanya belajar tentang pelajaran, tetapi juga tentang kehidupan. Guru-guru dengan sabar membimbing, tak hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan. Dari mereka, aku belajar arti keikhlasan dan kerja keras. Setiap nasihat yang diberikan terasa seperti bekal berharga untuk menghadapi masa depan. Teman-teman di madrasah menjadi bagian penting dari kisah indah ini. Tawa yang pecah di sela pelajaran, kerja sama saat mengerjakan tugas, hingga saling mendukung saat menghadapi ujian, semuanya terasa begitu berarti. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa persahabatan yang tulus, seolah kami adalah satu keluarga yang sal...

Lolos Menyingkirkan 400 Peserta ke Ruang Kelas Desa: Ku Temukan Cinta sebagai Guru MTsN 7 Jember

WhatsApp Image 2026-04-08 at 10.53.00 (1).jpeg

Perjalanan hidup sering kali membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Begitulah kisahku menemukan cinta bukan sekadar cinta biasa, tetapi cinta terhadap profesi, pengabdian, dan masa depan generasi bangsa.

Semua bermula pada tahun 2024, ketika aku memutuskan mengikuti seleksi CPNS. Prosesnya tidak mudah. Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 4.000 orang, persaingan terasa begitu ketat. Setiap tahapan ujian menguji kemampuan, mental, dan kesabaran. Namun, di balik tekanan itu, ada harapan besar yang terus mendorongku untuk melangkah maju.

WhatsApp Image 2026-04-08 at 10.53.00 (2).jpeg

Takdir kemudian membawaku menjadi seorang guru di MTsN 7 Jember. Sebuah titik yang sebelumnya tidak pernah aku rencanakan. Aku yang terbiasa mengajar siswa SMK, kini harus beradaptasi dengan siswa MTs yang memiliki karakter dan kebutuhan belajar yang berbeda.

Perjalanan merantau dari Pasuruan ke Jember menjadi langkah besar dalam hidupku. Jarak yang cukup jauh tidak menyurutkan semangatku. Justru, perjalanan ini menjadi simbol pengorbanan dan dedikasi untuk masa depan pendidikan.

image.png

Di sekolah ini, aku mengajar mata pelajaran Informatika. Tantangan terbesarnya adalah banyak siswa yang bahkan belum mengenal komputer dengan baik. Namun, justru di situlah letak kebahagiaanku. Melihat mereka yang awalnya asing dengan teknologi, perlahan mulai memahami dasar-dasar komputer, adalah kepuasan yang tidak bisa diukur dengan apapun.

WhatsApp Image 2026-04-08 at 10.59.26.jpeg

Rasa cinta terhadap proses ini semakin tumbuh setiap harinya. Bahkan, karena begitu antusiasnya, aku berinisiatif membentuk ekstrakurikuler komputer. Harapanku sederhana: memberikan ruang bagi siswa untuk belajar lebih dalam, mengeksplorasi, dan membuka peluang masa depan mereka melalui teknologi.

WhatsApp Image 2026-04-08 at 11.00.29.jpeg

Momen paling berharga adalah ketika aku bisa tertawa dan belajar bersama mereka. Kebersamaan itu menciptakan ikatan yang lebih dari sekadar guru dan murid—melainkan keluarga kecil yang saling mendukung.

WhatsApp Image 2026-04-08 at 10.53.00 (1).jpeg

Kini aku menyadari, cinta yang kucari bukanlah sesuatu yang jauh. Ia hadir dalam setiap langkah pengabdian, dalam setiap senyum siswa, dan dalam setiap ilmu yang bisa kubagikan. Di sinilah aku menemukan cintaku di ruang kelas sederhana, bersama anak-anak desa yang penuh harapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...