Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi semua manusia. Hidup tanpa pendidikan seakan hampa tak berguna. Pendidikan sumber utama dalam mencerdaskan manusia. Tak dapat dipungkiri jika pendidikan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pada diri seseorang. meraih kesuksesan, dan keberhasilan dalam segala bidang.
Pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa tak bisa dipisahkan dan tak dapat diabaikan begitu saja. Pendidikan perlu dicari, dipelajari dan dikuti hingga para pejuang pendidikan terpenuhi kebutuhannya sesuai yang diharapkan. Hal ini tampak bahwa pendidikan merupakan bagian terpenting dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Diibaratkan separuh jiwa manusia adalah berupa pendidikan
Tanpa pendidikan manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Tanpa pendidikan manusia akan sengsara dan binasa. Nah, sebagai pelaku pendidikan hendaknya tahu dan mau berusaha bekerja sama dan bertanggung jawab serta bahu membahu menyatukan visi dan misi demi kemajuan bangsa dan negara. Maju mundurnya negara tak terlepas dari pendidikan.
Berbicara pendidikan tak lepas dari guru dan siswa. Keduanya sebagai subjek center dalam dunia pendidikan. Guru memberi bimbingan,ilmu tanpa ada batas. Guru harus aktif,kreatif untuk meningkatkan kemampuan dalam mendidik siswanya. Guru harus pandai memerankan pembelajaran. Guru harus mampu bagaimana bisa mengemas strategi pembelajaran sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan baik.
Sebaliknya,sebagai siswa juga harus mau dan mampu mengikuti dan berperan aktif dan kreatif sehingga ada balance diantara keduanya yaitu guru dan siswa. Siswa hebat apalagi gurunya lebih hebat.
Kesuksesan semua tergantung pada diri kita sebagai pemegang peran pendidik. Ketidakberhasilan bukan berarti emosi yang meluap dan dikedepankan tetapi introspeksi terhadap kelemahan /kekurangan yang kita miliki. Salam literasi.
Komentar
Posting Komentar