- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
*Berilmu Tanpa Adab:Tetap Bisa Pandai Kosong Makna Dan moral* Ali Imron S.Pd. Di era informasi yang serba cepat, orang berlomba menjadi paling pintar. Nilai 100, juara olimpiade, hafal ribuan rumus, gelar berderet di belakang nama. Semua dikejar. Tapi satu hal sering terlupakan: adab. Padahal, ilmu tanpa adab ibarat pedang tajam di tangan orang yang tidak tahu arah. Tajam, tapi bisa melukai diri sendiri dan orang lain. Imam Malik bin Anas pernah berkata, “Aku belajar adab selama 30 tahun, dan ilmu selama 20 tahun.” Kalimat itu bukan merendahkan ilmu. Justru mengingatkan bahwa adab adalah wadah. Ilmu yang banyak akan tumpah dan sia-sia jika wadahnya bocor. Wadah itu bernama adab: sopan santun, rendah hati, menghormati guru, menyayangi yang lebih muda, dan jujur dalam bertindak. Bayangkan seorang siswa MTsN yang hafal seluruh isi buku IPA, bisa menjelaskan teori gravitasi dengan lancar, tapi membentak temannya karena kalah debat. Ia pintar, tapi lisannya menyakiti. Atau se
**Berilmu Tanpa Adab: Tapi Kosong Makna* Di era informasi yang serba cepat, orang berlomba menjadi paling pintar. Nilai 100, juara olimpiade, hafal ribuan rumus, gelar berderet di belakang nama. Semua dikejar. Tapi satu hal sering terlupakan: adab. Padahal, ilmu tanpa adab ibarat pedang tajam di tangan orang yang tidak tahu arah. Tajam, tapi bisa melukai diri sendiri dan orang lain. Imam Malik bin Anas pernah berkata, “Aku belajar adab selama 30 tahun, dan ilmu selama 20 tahun.” Kalimat itu bukan merendahkan ilmu. Justru mengingatkan bahwa adab adalah wadah. Ilmu yang banyak akan tumpah dan sia-sia jika wadahnya bocor. Wadah itu bernama adab: sopan santun, rendah hati, menghormati guru, menyayangi yang lebih muda, dan jujur dalam bertindak. Bayangkan seorang siswa MTsN yang hafal seluruh isi buku IPA, bisa menjelaskan teori gravitasi dengan lancar, tapi membentak temannya karena kalah debat. Ia pintar, tapi lisannya menyakiti. Atau seorang ma...