Langsung ke konten utama

Mempererat tali silaturrahmi di hari raya idul fitri 1447 H

Hari raya idul fitri merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, lebih dari sekadar perayaan kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga.Idul fitri memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama.   Pada hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Islam saling mengucapkan selamat idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja. Tradisi saling memaafkan ini mencerminkan nilai-nilai keikhlasan, kerendahan hati, serta keinginan untuk memulai kembali hubungan yang lebih baik dengan hati yang bersih.   Silaturrahmi pada hari raya biasanya dilakukan dengan berbagai cara. Banyak orang yang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar. Momen berkumpul ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antara o...

Canda Tawa Liburan Keluargaku di Pantai Bangsring Banyuwangi / Ahmad Taqiyyudin

Canda Tawa Liburan Keluargaku 


Liburan akhir pekan kali ini terasa berbeda dan menyenangkan. Aku, istriku, dan anak kami yang berumur 7 tahun, Faaza, memutuskan untuk pergi ke Pantai Bangsring di Banyuwangi. Yang membuat perjalanan ini lebih seru, kami berangkat naik kereta api dari kota kami. Sejak pagi Faaza sudah semangat, membawa tas kecilnya sendiri sambil bertanya, "Kereta apinya bisa ngebut kayak roket, Yah?" Aku dan istriku hanya tersenyum sambil ikut tertawa.

Di dalam kereta, Faaza duduk di dekat jendela dan tak berhenti memandangi pemandangan yang berlalu. Ia menunjuk sawah, sungai, bahkan kambing yang sedang makan di pinggir rel. Istriku menyiapkan camilan dan kami bertiga menikmati waktu bersama sambil bercerita dan tertawa. Suara kereta, angin yang masuk dari jendela, dan canda Faaza membuat perjalanan terasa begitu hangat dan menyenangkan.

Sesampainya di Banyuwangi, kami langsung menuju Pantai Bangsring. Air lautnya sangat jernih dan biru. Kami menyewa perahu untuk menuju Rumah Apung yang terkenal di sana. Di atas Rumah Apung, kami mencoba snorkeling. Saat seekor ikan warna-warni mendekat, Faaza malah berteriak, "Ibu, ikannya senyum ke aku!" Kami semua tertawa karena ekspresi Faaza sangat lucu dan polos. Pemandu wisata juga tersenyum melihat tingkahnya.

Setelah puas bermain air, kami kembali ke tepi pantai dan makan siang bersama di bawah pohon rindang. Bekal nasi dan ayam goreng buatan istriku terasa jauh lebih enak di suasana pantai yang sejuk. Faaza masih terus bercerita tentang ikan-ikan yang dilihatnya. Bahkan ia sempat meniru gaya ikan berenang dengan lucu hingga membuat kami kembali tertawa terpingkal-pingkal.

Hari itu ditutup dengan langit sore yang indah dan hati yang penuh bahagia. Canda tawa sepanjang perjalanan, dari naik kereta hingga bermain di laut, menjadi kenangan yang tak akan pernah aku lupakan. Liburan sederhana ini membuat kami merasa lebih dekat satu sama lain, dan aku bersyukur bisa menghabiskan waktu berharga itu bersama keluargaku tercinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...