Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

Liburan berkah, Positif dan Produktif/M. Fatkhis Suud

Liburan Berkah, Positif dan Produktif

 

Liburan kali ini, yaitu liburan semester genap tahun pelajaran 2024/2025 merupakan liburan yang sangat panjang. Karena sesuai kalender akademik selama tiga pekan. Namun liburan ini berbeda dengan liburan liburan sebelumnya, kenapa dikatakan berbeda? Karena liburan ini penuh keberkahan, hal positif dan produktif. Dikatakan berkah, positif dan produktif karena :

1.    Berkah, karena kebetulan liburan kali ini  bersamaan dengan kepulangan jamaah haji. Kurang lebih satu pekan penuh digunakan untuk berziarah kepada saudara, teman dan keluarga. Banyak hikmah yang didapat dari kegiatan ziarah haji ini diantaranya :

a.    Mempererat tali silaturrahmi

b.    Mohon keberkahan doa karena doa orang yang  baru saja melaksanakan haji merupakan doa yang mustajabah.

c.    Memupuk kerinduan untuk berkunjung dan beribadah di madinah dan makkah serta rindu untuk berziarah ke makam Rasulullah.

2.    Positif, dikatakan positif karena pada pekan kedua liburan digunakan untuk persiapan kegiatan peringatan tahun baru islam sekaligus acara pengusapan anak yatim. Tentunya hal ini sangat positif selain juga karena ada perintah agama untuk mensyiarkan hari besar islam serta menumbuhkan rasa simpati dan empati kepada mereka anak-anak yatim. Dengan acara ini setidaknya bisa memberi rasa senang dan bahagia serta menguatkan mereka bahwa ternyata hidup ini tidak sendiri masih banyak orang yang peduli.

3.    Produktif, kenapa liburan ini produktif? Karena pada pekan ketiga digunakan untuk kegiatan berkebun. Berkebun yang dimaksud adalah karena ada tanah kosong di sebelah rumah yang dimanfaatkan untuk menanam pohon pisang dan alpukat. Harapan nanti kedepan kedua jenis buah tersebut dapat menopang dan membantu ekonomi keluarga. Setidaknya tidak perlu beli untuk sekedar makan buah.

Demikian liburan kali ini yang di isi dengan keberkahan, positif dan produktif. Jadi liburan tidak melulu healing-healing saja. Healing juga sangat perlu namun kali ini healingnya hanya di dalam kota saja. Sekedar untuk refres dan bercengkrama dengan keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...