Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

Cinta Tanah Air by Siti Fathimah





         Cinta tanah air dapat di artikan melalui berbagai tindakan nyata yang menunjukkan kecintaan dan kebanggaan kita terhadap Bangsa dan Negara serta sebagai kontribusi kita untuk kemajuan Negara dan Bangsa.

Untuk mencintai bangsa kita harus menghargai budaya lokal, meningkatkan literasi , berpartisipasi aktif dalam pembangunan serta menghormati simbol negara, memperjuangkan persatuan dan berkontribusi melalui pendidikan , inovasi serta discovery, cinta tanah air bukan hanya masalah perasaan tetapi harus di sertai dengan tindakan yang nyata yang mencerminkan tanggung jawab sebagai warga negara untuk memajukan dan melindungi Bangsa Indonesia.

        Cinta tanah air di wujudkan dalam tindakan sehari-hari  yaitu dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yaitu dengan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang memecah belah bangsa dan negara, kita harus menghormati simbol Negara dan menaati hukum dan aturan serta melestarikan budaya , bahasa Indonesia, menjaga lingkungan hidup dan bagi seorang pelajar belajarlah yang rajin ,membela Negara sesuai kemampuan serta menggunakan dan mencintai produk-produk dalam Negeri.

        Wujud cinta tanah air dapat dilakukan oleh siapa saja dan dilakukan kapan saja,baik di rumah, di Madrasah dan pada setiap bulan Agustus kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ,bulan agustus ini kita jadikan moment bersejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia selain itu juga kita bisa menghormati jasa para pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang karena beliau telah berjuang dan sekaligus rela berkorban jiwa,raga,dan hartanya,selain itu kita memperingatinya untuk menumbuhkan rasa syukur dan memupuk persatuan dan rasa Nasionalisme, peringatan kemerdekaan untuk menyatukan seluruh rakyat Indonesia tampa membedakan suku, ras, agama, budaya, moment bersejarah ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.memperngati hari kemerdekaan mengajarkan sejarah kepada generasi bangsa tentang nilai- nilai luhur dan arti penting kemerdekaan.

            Dengan memperingati hari kemerdekaan ini akan di jadikan refleksi dan evaluasi tidak hanya merayakan masa lalu saja tetapi juga memperkuat komitmen kita bersama untuk menjaga kemerdekaan, memperkokoh persatuan dan membangun masa depan yang lebih bagi Bangsa Indonesia tapi kenyataannya sudah sejauh mana kita mengisi kemerdekaan ini, dan apa yang kita bisa lakukan untuk Bangsa dan Negara ini,agar tetap kuat dan di era modernisasi dan globalisasi.peringata kemerdekaan bukan sekedar seremonial atau perayaan  tetapi juga sebagai makna untuk menghargai masa lalu, mensyukuri masa kini dan mempersiapkan masa depan.

         Sebagai generasi penerus bangsa kita harus cinta tanah air karena tanah air tempat kita di lahirkan dan di besarkan , kita hidup, beraktivitas serta tempat kita mencari nafkah, dengan mencintai tanah air kita harus menjaga persatuan, menghormati jasa pahlawan serta ikut membangun Bangsa dan Negara ini agar maju dan sejahtera bagi

Seorang pelajar mencintai tanah air seharusnya  belajar yang rajin, agar menjadi generasi penerus bangsa yang berguna, serta menjaga persatuan dengan menghargai perbedaan suku, agama dan budaya sekaligus menghormati simbol Negara  dan menjaga lingkungan serta menggunakan produk- produk dalam Negeri untuk mendukung ekonomi bangsa.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...