Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

MERAH PUTIH RAMAIKAN SEMARAK KEMERDEKAAN RI / Nike Kusumawardani, S. Pd

Perjuangan meraih kemerdekaan belum usai dan harus diisi dengan segala upaya melalui karya ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang memadai. Selain itu kita dapat memilah informasi yang benar dan mampu memahami, menganalisis, dan mengolah informasi secara komprehensif. Kita mampu berpikir secara kritis, sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih baik, bijaksana, dan dapat memecahkan masalah secara efisien dan efektif, untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.

Memperingati hari kemerdekaan di bulan Agustus merupakan tameng dari ancaman informasi dan perpecahan, serta jembatan menuju kemajuan ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, karena hal tersebut sebagai rasa Syukur kita dalam mendapatkan kemerdekaan sebagain perwujudan cinta pada tanah air,  ini adalah kunci agar kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tetap bermakna bagi generasi mendatang. Oleh karena itu marilah kita jadikan bulan Agustus ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya persatuan kesatuan dan peduli terhadap sesama juga peduli terhadap bangsa dan negara  yang kita terapkan di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan di Masyarakat.

Jiwa patriotisme harus dimiliki oleh semua orang , contohnya Bendera merah putih berkibar dimana-mana sebagai perwujudan cinta tanah air, dimana Rakyat yang menjadi garda terdepan dalam membangun birokrasi yang adaptif, bersih, transparan, akuntabel, kompeten, dan juga harmonis yang akan membawa bangsa kita menuju cita-cita luhur Indonesia yang berdaulat, maju, adil dan makmur, serta meningkatkan martabat bangsa kita.

Dua kutipan pidato ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno.

"Kebesaran dan kebahagiaanmu tidak lagi di tangan keluhuranmu yang telah mangkat, kebesaran dan kebahagiaanmu adalah di dalam tanganmu sendiri, dan itu pun: di dalam tanganmu sendiri yang berjoang, di dalam tanganmu yang menyala-nyala dengan Apinya Cipta. - disampaikan Bung Karno dalam pidato 17 Agustus 1958

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, never leave history! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarahmu sendiri – never, never leave your own history. - disampaikan Bung Karno dalam pidato 17 Agustus 1966.

Dua kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemerdekaan dapat diperoleh dengan cara berjuang sendiri tidak tergantung pada orang lain. Mengisi kemerdekaan dizaman Gen Z saat ini tidak lagi mengangkat senjata tapi dengan prestasi akademik maupun non akademik dan menjaga budi pekerti yang baik. Hal ini yang dapat mengharumkan nama Indonesia yang membuat Bendera merah putih berkibar di negara kita sendiri  maupun dinegara orang lain juga diberkibar dihati rakyat Indonesia..MERDEKA.  

 


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...