Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

Guru Mtsn 7 Jember Selalu Menginovasi Dan Menginspirasi / Nailul Fauziati Rizqi

Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu hadir untuk membimbing siswa dengan penuh ketulusan, termasuk guru di MTsN 7 Jember. Setiap hari mereka menyambut siswa dengan senyum dan semangat, memberikan pelajaran bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan sikap dan keteladanan. Guru menjadi sosok yang dekat dengan siswa, tempat bertanya, tempat bercerita, dan tempat mencari arah ketika siswa menghadapi kesulitan.

Dalam kegiatan belajar mengajar, guru MTsN 7 Jember tidak pernah berhenti berusaha menghadirkan pembelajaran yang lebih baik. Mereka terus mencari cara agar siswa lebih mudah memahami materi. Ada guru yang menggunakan video pembelajaran, ada yang menyiapkan permainan edukatif, dan ada pula yang membuat proyek sederhana agar siswa bisa belajar melalui pengalaman langsung. Semua inovasi itu dilakukan agar suasana kelas menjadi lebih hidup dan siswa merasa senang belajar.

Upaya guru tidak hanya terlihat dari cara mereka mengajar, tetapi juga dari perhatian mereka terhadap perkembangan siswa. Mereka selalu mendorong siswa untuk percaya diri, berani mencoba hal baru, dan tidak takut gagal. Dengan kata-kata sederhana, guru mampu menumbuhkan harapan dan semangat dalam diri siswa. Dari mereka, siswa belajar bahwa proses lebih penting daripada hasil akhir, dan bahwa usaha yang sungguh-sungguh adalah kunci keberhasilan.

Guru MTsN 7 Jember benar-benar menjadi sumber inspirasi. Mereka bekerja tanpa mengharapkan pujian, namun hasil dari kerja mereka dapat dilihat dari perubahan sikap, karakter, dan prestasi siswa. Setiap keberhasilan siswa adalah kebahagiaan bagi guru, dan setiap tantangan yang dihadapi siswa menjadi dorongan bagi guru untuk terus memperbaiki cara mengajar.

Karena itulah, guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka mungkin tidak memakai medali atau tanda kehormatan, tetapi jasa mereka sangat besar dan tak akan pernah hilang. Dalam diam dan ketulusan, guru MTsN 7 Jember terus menginovasi, menginspirasi, serta membentuk generasi yang lebih berilmu dan berakhlak.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...