Langsung ke konten utama

Ada Apa dengan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...

Bulan Desember Penuh Harapan dan Impian / Sujarwati, S.Pd.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk mencapai ujung tahun dengan penuh keberkahan dan nikmat luar biasa. Perjalanan yang tak mudah hingga menuju bulan Desember. Kita telah melalui berbagai tantangan dan kesulitan, namun kita tetap kuat dan bertahan. Setiap langkah dan perjuangan telah membawa kita ke titik ini, dan kita patut bersyukur atas segala sesuatu yang telah kita alami.

Bulan Desember adalah bulan yang penuh dengan harapan dan impian. Kita telah melalui setahun yang penuh dengan suka dan duka, dan sekarang kita siap untuk menyambut tahun baru dengan hati yang baru dan semangat yang baru. Kita telah belajar banyak dari kesalahan dan kesulitan, dan kita siap untuk menerapkan pelajaran itu dalam kehidupan kita.

Banyak hal yang telah terjadi hingga ujung tahun dan akhir bulan. Kita telah melalui berbagai pengalaman, suka dan duka, keberhasilan dan kegagalan. Namun, semua itu telah membawa kita ke titik ini, dan kita patut bersyukur atas segala sesuatu yang telah kita alami.

Kita telah belajar banyak dari kesalahan dan kesulitan, dan kita telah menjadi lebih kuat dan bijak. Kita telah menemukan kekuatan dalam diri kita sendiri, dan kita telah belajar untuk tidak menyerah. Semua itu telah membawa kita ke titik ini, dan kita siap untuk menyambut tahun baru dengan hati yang baru dan semangat yang baru.

Bulan Desember adalah bulan yang penuh dengan harapan dan impian. Kita telah melalui setahun yang penuh dengan suka dan duka, dan sekarang kita siap untuk memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan semangat yang baru. Kita telah siap untuk merealisasikan impian dan cita-cita kita, dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Kita telah melalui perjalanan yang panjang dan berliku, namun kita tidak pernah sendirian. Kita telah didukung oleh keluarga, teman, dan orang-orang yang kita cintai. Mereka telah menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi kita, dan kita patut bersyukur atas kehadiran mereka dalam hidup kita.

Semoga akhir tahun dan bulan membawa kita kebahagiaan, keberkahan, dan kesuksesan. Semoga kita dapat merealisasikan impian dan cita-cita kita, dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Aku yakin kita dapat melakukannya, karena kita telah melalui yang terburuk dan kita telah menjadi lebih kuat.

Semoga Allah terus memberikan kita keberkahan dan nikmat luar biasa di tahun depan. Aku bersyukur atas segala sesuatu yang telah kita alami, dan aku berharap tahun depan akan menjadi tahun yang penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Amin.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...