Langsung ke konten utama

Ahmad Taqiyyudin, S.Pd. / AWAL JANUARI, KURIKULUM CINTA BERSEMI DI MTSN 7 JEMBER

Memasuki awal Januari, suasana baru terasa di lingkungan MTsN 7 Jember. Tidak hanya menandai dimulainya semester genap tahun pelajaran berjalan, bulan ini juga menjadi momentum penting dalam penerapan Kurikulum Cinta yang mulai bersemi di madrasah. Kurikulum ini hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan akhlak mulia dalam setiap aktivitas pembelajaran. Kurikulum Cinta di MTsN 7 Jember tidak berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan terintegrasi dalam seluruh kegiatan madrasah. Sejak hari pertama masuk sekolah di awal Januari, para guru menyambut peserta didik dengan senyum, sapaan hangat, dan suasana yang menenangkan. Hal sederhana ini menjadi wujud nyata penanaman nilai cinta dan penghargaan terhadap sesama. Dalam proses pembelajaran di kelas, para pendidik mengaitkan materi pelajaran dengan nilai empati, kerja sama, dan saling menghormati. Diskusi kelompok, proyek kolaboratif, serta pembia...

Ahmad Taqiyyudin, S.Pd. / AWAL JANUARI, KURIKULUM CINTA BERSEMI DI MTSN 7 JEMBER

Memasuki awal Januari, suasana baru terasa di lingkungan MTsN 7 Jember. Tidak hanya menandai dimulainya semester genap tahun pelajaran berjalan, bulan ini juga menjadi momentum penting dalam penerapan Kurikulum Cinta yang mulai bersemi di madrasah. Kurikulum ini hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan akhlak mulia dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Kurikulum Cinta di MTsN 7 Jember tidak berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan terintegrasi dalam seluruh kegiatan madrasah. Sejak hari pertama masuk sekolah di awal Januari, para guru menyambut peserta didik dengan senyum, sapaan hangat, dan suasana yang menenangkan. Hal sederhana ini menjadi wujud nyata penanaman nilai cinta dan penghargaan terhadap sesama.

Dalam proses pembelajaran di kelas, para pendidik mengaitkan materi pelajaran dengan nilai empati, kerja sama, dan saling menghormati. Diskusi kelompok, proyek kolaboratif, serta pembiasaan saling membantu menjadi metode yang sering digunakan. Peserta didik diajak untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan sosial dan emosional di sekitarnya.

Selain kegiatan belajar mengajar, Kurikulum Cinta juga tercermin dalam budaya madrasah. Kegiatan rutin seperti doa bersama, tadarus Al-Qur'an, serta program Jumat Berkah menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian. Pada awal Januari ini, madrasah juga mengadakan kegiatan refleksi bersama, di mana peserta didik diajak merenungkan tujuan belajar dan pentingnya menjaga sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.

Kepala MTsN 7 Jember menyampaikan bahwa Kurikulum Cinta diharapkan mampu menciptakan iklim pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dengan suasana yang penuh kasih, peserta didik diharapkan dapat berkembang secara optimal, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun karakter.

Antusiasme peserta didik terlihat jelas dalam menyambut penerapan kurikulum ini. Mereka merasa lebih dihargai dan didengarkan, sehingga tumbuh semangat belajar yang lebih tinggi. Awal Januari pun menjadi titik awal tumbuhnya harapan baru, di mana pendidikan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses memanusiakan manusia.

Dengan berseminya Kurikulum Cinta di MTsN 7 Jember, madrasah ini menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan kasih sayang dalam setiap langkah kehidupan.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...