Langsung ke konten utama

Kisah Kasih Menemukan "Cinta" / Enki D.N. S.Pd. M.Pd.

Aku tak pernah benar-benar merencanakan untuk jatuh cinta pada dunia pendidikan, apalagi menjadi guru di madrasah. Dulu, cita-citaku sederhana, memiliki pekerjaan yang stabil dan hidup yang tenang. Namun, hidup sering kali membawa kita ke jalan yang tak terduga. Begitu pula denganku, yang perlahan menemukan makna cinta dalam ruang kelas yang sederhana, di antara suara lantunan ayat-ayat suci dan tawa anak-anak yang penuh harapan.

Awalnya, menjadi guru di madrasah hanyalah sebuah pilihan karena keadaan. Aku mengajar dengan kemampuan seadanya, mencoba memenuhi tanggung jawab tanpa benar-benar memahami arti dari profesi ini. Namun, hari demi hari berlalu, aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Setiap mata yang memandang penuh rasa ingin tahu, setiap pertanyaan polos yang terlontar, dan setiap senyum tulus yang diberikan, semuanya perlahan menyentuh hatiku.

Di sanalah aku menemukan “cintaku” yang sesungguhnya bukan dalam bentuk seseorang, melainkan dalam bentuk pengabdian. Aku jatuh cinta pada proses membimbing, pada kebahagiaan kecil ketika murid-muridku mulai memahami pelajaran, dan pada harapan besar yang tumbuh dalam diri mereka. Madrasah bukan lagi sekadar tempat bekerja, melainkan ruang di mana aku merasa hidup dan berarti.

Menjadi guru di madrasah mengajarkanku bahwa cinta tidak selalu datang dengan gemuruh. Kadang, ia hadir perlahan, tumbuh dari ketulusan, dan berakar dalam keikhlasan. Kini, aku mengerti bahwa inilah jalanku. Kisah kasihku bukan tentang menemukan seseorang, tetapi tentang menemukan panggilan jiwa menjadi pendidik yang menanamkan ilmu sekaligus nilai kehidupan.

Dari setiap langkah kecil ini, aku tahu bahwa aku telah menemukan cintaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...