- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
“Mari Kita Bangun Pendidikan Karakter Untuk Gen Z dan Alpha di Madrasah Tercinta ”
oleh Andriana Nafelian, C.L.R, S.Pd
Pendidikan adalah usaha sadar dalam proses pembelajaran baik dari segi akademik maupun non-akademik dengan tujuan para peserta didik mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku menjadi lebih baik. Pendidikan karakter sebagai tujuan dari pendidikan nasional tertuang dalam UU nomor 20 Tahun 2003 pada bab 1 pasal 1 ayat 1 tentang sistem pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa : “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Di era digital saat ini, Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan mana yang baik dan mana yang salah kepada siswa (generasi penerus bangsa), tetapi pendidikan karakter yang mampu menanamkan kebiasaan yang baik sehingga siswa menjadi paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Jadi, pendidikan karakter nantinya juga membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral siswa.
Siswa di era saat ini dikenal dengan sebutan Gen Z dan Alpha. Nah generasi inilah yang banyak terpapar oleh beragam informasi dari dunia maya, sehingga mereka harus mampu memfilter informasi yang diterima. Kita sebagai pendidik di Madrasah juga harus membangun karakter yang kuat di tengah arus derasnya informasi yang semakin hebat ini. Maka dari itu Kemendikbud telah mengidentifikasi 18 nilai karakter yang perlu ditanamkan kepada peserta didik yang kesemuanya bersumber dari Agama, Pancasila, Budaya, dan Tujuan Pendidikan Nasional. Ke-18 nilai tersebut adalah : 1) religius, 2) jujur, 3) toleransi, 4) disiplin, 5) kerja keras, 6) kreatif, 7) mandiri, 8) demokratis, 9) rasa ingin tahu, 10) semangat kebangsaan, 11) cinta tanah air, 12) menghargai prestasi, 13) bersahabat/komunikatif, 14) cinta damai, 15) gemar membaca, 16) peduli lingkungan, 17) peduli sosial, 18) tanggungjawab.
Upaya kita sebagai pendidik maka berusaha menerapkan pendidikan berkarakter di madarasah diantaranya :
1. Religius : Setiap pagi melaksanakan shalat dhuha secara berjamaah, dan melaksanakan shalat dhuhur berjamaah, hafalan surat - surat pendek, dan membaca Al-Quran selepas shalat dhuha.
2. Jujur : melatih anak untuk tidak berbohong ketika ujian misalnya tidak mencontek.
3. Toleransi : setiap pagi pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) jadi siswa ketika datang di madrasah sudah disambut bapak ibu guru dengan bersalaman.
4. Disiplin : Di madrasah memiliki tata tertib dan bagi yang melanggar akan mendapat poin, contohnya jika datang terlambat, jika tidak menyelesaikan tugas tidak tepat waktu, dll.
5. Kerja keras : Madrasah menyediakan wadah untuk membangun bakat siswa melalui berbagai macam ekstrakurikuler yang nantinya mendidik anak - anak untuk berlatih keras.
6. Kreatif : Untuk unjuk kreativitas siswa madrasah sering mengadakan kegiatan lomba antar kelas dalam seni menyanyi, fashion show, dan penulisan literasi khusus siswa yang orisinal dan menarik.
7. Mandiri : Setiap hari siswa didalam kelas memiliki jadwal pelajaran yang berbeda antar, maka dari itu siswa belajar mandiri untuk mengatur jadwal belajarnya sendiri tanpa harus selalu diingatkan oleh orang tua atau guru.
8. Demokratis : Setiap setahun sekali di madrasah kami, diadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIM, maka siswa yang lain ikut serta dalam acara pemilihan secara bergilir.
9. Rasa ingin tahu : Di madrasah kami terdapat perpustakaan yang menyajikan beragam macam buku, setiap hari tempat ini bisa dikunjungi para siswa - siswi untuk membaca. Hal ini upaya kita untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa melalui sebuah buku.
10. Semangat kebangsaan : madrasah kami juga mengajak siswa - siswi untuk ikut berpartisipasi aktif dalam peringatan-peringatan hari besar nasional di sekolah misalnya kegiatan pawai budaya memperingati 17 Agustus, peringatan hari guru mengadakan lomba fashion show cosplay profesi, meperingati hari pahlawan juga meengadakan drama perjuangan.
11. Cinta tanah air : Mengikuti kegiatan pelestarian budaya, seperti pentas seni tradisional atau festival budaya misalnya lomba menari tradisional.
12. Menghargai prestasi : Memberikan apresiasi kepada teman yang berhasil meraih juara dalam kompetisi olimpiade dengan pemberian uang tunai dan sertifikat penghargaan.
13. Bersahabat / komunikatif : Kita sebagai pendidik dalam kegiatan KBM selalu menyelipkan nasehat untuk berbicara secara sopan santu, saling menghargai, dan patuh pada perintah guru.
14. Cinta damai : selalu mengajarkan kepada siswa - siswi untuk sebisa mungkin Menghindari konflik fan jika itu terjadi sebisa mungkin harus mampu menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai.
15. Gemar membaca : usaha seorang guru untuk menerapkan budaya gemar membaca dengan berliterasi buku dan membuat sebuah mading sekolah.
16. Peduli lingkungan : Di madrasah kami serimgkali menyelanggarakan kerja bakti lalu sarapan bersama. Hal ini bertujuan agar siswa - siswi senantiasa bisa sama - sama mau menjaga lingkungan sekolah agar bersih dan nyaman, ditunjang lagi ada bank sampah botol bekas. Hal ini melatih anak agar terbiasa membuang sampah tidak seenaknya.
17. Peduli sosial : di madrasah kami juga ada kegiatan jumat beramal, jadu setiap hari jumat mereka menyisihkan sebagian uang sakunya untuk bersedekah. Selain itu jika ada bencana alam, siswa siswi diajak untuk berdonasi. Hal ini mengajarkan agar mereka peduli antar sesama.
18. Tanggung jawab : Upaya guru untuk menerapkan hal ini kepada siswa siswi dengan cara memberikan tugas sekolah dan waktu pengumpulan harus tepat waktu tanpa harus diingatkan oleh guru, serta menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan sekolah dengan membersihkan sampah dan merapikan barang-barang.
Upaya nilai 18 karakter ini perlahan - lahan sudah diterapkan kepada siswa - siswi agar mereka menjadi terbiasa. Pastinya proses ini memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, baik sekolah, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi dunia yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat. Jadi kita tidak boleh kalah dan kita tidak boleh lengah, mari kita berjuang bersama - sama demi anak didik kita untuk mempersiapkan bekal di masa yang akan datang.
Komentar
Posting Komentar