- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ngelmu iku Kalakone kanthi Laku, Korelasi Ilmu dan Adab dalam Tembang Macapat
Oleh : Riski Fidiana, S.Pd.
Ngelmu iku kalakone kanthi laku,
lekase lawan kas,
tegese kas nyantosani,
setya budya pangekesing dur angkara.
Lirik tembang tersebut merupakan tembang macapat yang terdapat pada Serat Wedhatama karya KGPAA Mangkunegara IV, tepatnya pada bait ke-33 pupuh Pucung. Secara harfiah, dapat diterjemahkan bahwa ilmu itu dapat terwujud apabila dijalani, dimulai dengan niat dan kemauan, kemauan tersebut yang membuat sentosa, serta adab dan karakter yang menghancurkan nafsu angkara.
Berbeda apabila dilihat dari kacamata makna filosofisnya, tembang tersebut memiliki makna yang lebih mendalam. Baris pertama yang berbunyi ngelmu iku kalakone kanthi laku, mengajarkan manusia bahwa sebuah ilmu dapat diwujudkan atau dicapai dengan laku, yakni sebuah proses, berjalan, atau tatacara yang harus ditempuh. Mengingatkan kita bahwa tidak ada hal yang instan di dunia ini. Ilmu harus dikejar, dipelajari, dan didalami hingga kita benar-benar paham akan hakekatnya, baik itu ilmu duniawi maupun ukhrowi. Hal ini juga menjadi menegaskan bahwa tidak ada manusia yang terlahir dengan membawa ilmu, melainkan harus diasah secara kontinyu.
Lekase lawan kas, artinya dimulai dengan niat dan kemauan. Laku merupakan sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan, oleh sebab itu diperlukan niat dan kemauan yang keras. Kemauan inilah yang menjadi tonggak untuk langkah dalam menuntut ilmu. Ibarat menaiki tangga, diperlukan kemauan dan tekad untuk menapaki anak tangga satu persatu hingga sampai pada tujuan yang diinginkan. Semudah apapun sebuah tujuan, tak akan mungkin tercapai tanpa adanya kemauan.
Tegese kas nyantosi, artinya kemauan tersebut yang akan membawa kesentosaan. Berakar dari kemauan yang kuat tersebut tumbuhlah kekuatan dari diri seseorang untuk menjalani laku. Kemauan dan kekuatan yang dipelihara sepanjang jalan itulah yang akan memudahkan proses laku mulai dari awal hingga titik akhir perjuangan. Kendati demikian, kemauan dalam diri seseorang harus senantiasa dipelihara agar tidak padam dan mengganggu proses laku itu sendiri.
Setya budya pangekesing dur angkara, artinya budi yang setia itu penghancur nafsu angkara. Ilmu yang dipelajari dan ditekuni seseorang sejatinya bertujuan untuk membentuk akal budi dalam diri manusia. Akal budi yang telah terwujud dalam diri seseorang akan menjadi benteng untuk menumpas nafsu angkara. Setya budya di sini juga dapat dimaknai sebagai adab yang harus dimiliki oleh seseorang. Adab merupakan hal yang utama harus dimiliki oleh manusia sebelum mereka mempelajari sebuah ilmu. Hal ini sejalan dengan prinsip adabu fauqol 'lmi, adab lebih tinggi daripada ilmu. Setinggi apapun ilmu seseorang, jika ia tidak memiliki adab akan menjadi hal yang sia-sia. Tanpa adab, ilmu dapat disalahgunakan dan menimbulkan kesombongan serta kerugian bagi orang lain. Oleh sebab itu, alangkah baiknya bahwa kita senantiasa mendahulukan adab sebelum ilmu.
Komentar
Posting Komentar