Langsung ke konten utama

Perayaan kemerdekaan Indonesia by/ Siti Fathimah

Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 setelah melalui proses perjuangan panjang selama 350 tahun atau tiga setengah  abad melawan penjajah bangsa Eropa dengan didorong oleh semangat persatuan dan kesatuan  bangsa. Setelah Bangsa Indonesia di proklamasikan rakyat Indonesia terus berjuang hingga kedaulatan Indonesia diakui secara sah di kancah dunia internasional dengan berbagai bentuk perjuangan baik secara diplomasi maupun dengan genjatan senjata.perlu kita ketahui  meski kita sudah merdeka masih banyak daerah - daerah yang belum merdeka penuh  dan statusnya masih miliknya penjajah.Rakyat Indonesia selama 5 tahun mempertahankan kemerdekaan Indonesia        Bulan Agustus adalah bulan yang penuh bersejarah dan sangat bermakna bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan inilah Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Bulan Agustus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan...

Membangun seorang Pendidik yang kreatif dan inovatif di era digital/ By Siti Fathimah

Guru adalah seorang pendidik profesional yang mempunyai tugas utama sebagai pendidik,mengajar, membimbing,mengarahkan, melatih dan menilai serta mengevaluasi peserta didik.Guru selain tugasnya menyampaikan ilmu pengetahuan guru juga sangat berperan penting sebagai seorang figur yang teladan dalam sikap, akhlak dan perilaku selain itu juga sebagai motivasi untuk membangkitkan semangat belajar peserta didik serta juga sebagai fasilitator untuk membantu peserta didik bisa belajar secara aktif dan mandiri dan seorang guru sebagai pembimbing yang mendukung perkembangan karakter, keterampilan dan potensi peserta didik, Jadi seorang guru bukan hanya sebagai pengajar saja tetapi juga pengajar saja, tetapi juga pembentuk karakter dan pembimbing yang membantu peserta didik supaya berkembang agar menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak dan bertanggung jawab 

        Tantangan dan peluang seorang guru dengan seiringnya perkembangan zaman terutama pada era digital ini dikarenakan perubahan kurikulum dan kebutuhan peserta didik yang terus berkembang seperti seorang guru harus menguasai ilmu teknologi dan memanfaatkannya dalam pembelajaran, sesuai kebutuhan kurikulum, menghadapi karakter dan kebutuhan peserta didik yang beragam serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif pada peserta didik serta menanamkan pendidikan karakter ditengah derasnya arus zaman modernisasi ini.

         Peluang bagi seorang guru diera modernisasi harus memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif dan mengikuti pelatihan, workshop untuk mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan serta berkolaborasi seperti mengikuti mgmp untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, tantangan dan peluang harus hadir bersamaan jadi seorang guru harus terus belajar beradaptasi dan berinovasi pasti akan mampu menghadapi perubahan seiring perkembangan jaman harus dengan 

Meningkatkan kwalitas pembelajaran.

       Tantangan yang harus dihadapi seorang guru adalah di sebuah madrasah kita yaitu dalam melaksanakan pembelajaran harus, inovatif, inklusif dan berpusat pada peserta didik, di kelas seorang guru pada saat menghadapi perbedaan kemampuan,minat, bakat dan karakter anak yang ada di lingkungan digital yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran serta tak kala penting seorang pendidik harus berada di dunia pendidikan yang terus berkembang di era digital ini dengan mengikuti perubahan kurikulum, kebijakan pendidikan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

       Seorang guru merupakan aktor utama karena mereka berada digaris depan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran serta membimbing peserta didik agar siap menghadapi perkembangan zaman,selain  guru, pihak -pihak yang turut berperan dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pendidikan masa kini 


   Guru masa kini perlu menghadapi tantangan dengan cara terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Guru dituntut mengusai teknologi, menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, mengembangkan kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai karakter dan etika di tengah perkembangan zaman.

Di sisi lain, guru dapat memanfaatkan berbagai peluang, seperti penggunaan media dan platform digital untuk pembelajaran, mengikuti pelatihan dan pengembangan profesi, berkolaborasi dengan sesama guru, serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.

Dengan sikap terbuka terhadap perubahan dan semangat belajar sepanjang hayat, guru dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan peserta didik yang berkarakter, kompeten, serta siap menghadapi masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Healing" Liburan, "Gass" PPG! / Enki Dani Nugroho, S.Pd. M.Pd.

Libur semester seringkali identik dengan waktu untuk santai, tidur lebih lama, jalan-jalan, atau sekadar rebahan tanpa merasa bersalah. Tapi bagi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), liburan bukan berarti sepenuhnya berhenti dari perjuangan. Inilah momen "healing", tapi tetap gass alias tetap produktif dengan cara yang menyenangkan dan tidak menguras tenaga seperti biasanya. Healing bukan sekadar pelesiran ke tempat wisata, tetapi bagaimana mengistirahatkan pikiran dari tekanan, sekaligus tetap menjaga ritme semangat belajar. Jadi, meski liburan, peserta PPG bisa tetap menyusun rencana, membuka kembali catatan materi, atau mengulas portofolio secara santai. Caranya? Duduk di teras rumah, ditemani secangkir kopi dan suara alam, sambil baca modul atau nonton ulang rekaman perkuliahan. Serius tapi santai, gass tapi tetap healing!. Bagi sebagian peserta, healing justru datang saat bisa berkarya di tengah liburan. Membuat media ajar interaktif, mencoba AI dalam menyusun bahan pe...

Pendidikan: Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepribadian Bangsa

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk karakter dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, pendidikan juga berfungsi sebagai dasar pembentukan nilai-nilai moral, etika, dan identitas yang akan menjadi panduan hidup masyarakat di masa depan. Di Indonesia, pendidikan memegang peranan strategis dalam membentuk karakter bangsa yang bermartabat, toleran, dan berkepribadian kuat, serta mampu bersaing dalam kancah global. Karakter bangsa yang kokoh berawal dari pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan bukan hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kemampuan berinteraksi yang baik dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, harus dapat menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong-royong, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini akan me...