Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu hadir untuk membimbing siswa dengan penuh ketulusan, termasuk guru di MTsN 7 Jember. Setiap hari mereka menyambut siswa dengan senyum dan semangat, memberikan pelajaran bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan sikap dan keteladanan. Guru menjadi sosok yang dekat dengan siswa, tempat bertanya, tempat bercerita, dan tempat mencari arah ketika siswa menghadapi kesulitan. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru MTsN 7 Jember tidak pernah berhenti berusaha menghadirkan pembelajaran yang lebih baik. Mereka terus mencari cara agar siswa lebih mudah memahami materi. Ada guru yang menggunakan video pembelajaran, ada yang menyiapkan permainan edukatif, dan ada pula yang membuat proyek sederhana agar siswa bisa belajar melalui pengalaman langsung. Semua inovasi itu dilakukan agar suasana kelas menjadi lebih hidup dan siswa merasa senang belajar. Upaya guru tidak hanya terlihat dari cara mereka mengajar, tetapi juga d...