Cinta adalah energi paling dasar yang menggerakkan manusia untuk tumbuh, belajar, dan saling memahami. Dalam konteks pendidikan, cinta bukan sekadar perasaan lembut atau romantis, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan manusia. Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan tanggung jawab sosial. Cinta dalam pendidikan berarti menghadirkan ruang aman bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensi uniknya. Peserta didik yang belajar dalam suasana penuh cinta akan merasa dihargai, didengar, dan diterima. Dari perasaan inilah muncul keberanian untuk bertanya, mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Cinta mendorong pendidik untuk tidak sekadar menilai hasil, tetapi juga memahami proses dan latar belakang setiap anak. Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan relasi sebagai inti pembelajaran. Relasi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan sesamanya, se...
Ketika Game Menjadi Jalan Prestasi:MTSN 7 Jember Mewadahi Minat dan Bakat E-Sport / Alfi Filsafalasafi
Selama bertahun-tahun, game sering dipandang sebagai aktivitas yang kurang bermanfaat, bahkan dianggap mengganggu kegiatan belajar siswa. Stigma yang berkembang di masyarakat menyebut bahwa bermain game hanya membuang waktu, membuat anak malas belajar, dan tidak memiliki masa depan. Namun, pada era digital saat ini, pandangan tersebut tidak sepenuhnya relevan. Dunia game telah berkembang menjadi industri besar yang menawarkan peluang karier nyata bagi siapa pun yang serius menekuninya. Sebagai contoh, banyak pemain profesional (pro player), konten kreator game, hingga streamer sukses mampu menghasilkan pendapatan mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan. Dunia e-sport juga semakin mapan, didukung oleh turnamen regional hingga internasional dengan total hadiah yang fantastis, sponsor dari perusahaan besar, dan dukungan komunitas yang terus berkembang. Ini membuktikan bahwa game bukan sekadar hiburan, tetapi juga pintu menuju industri kreatif yang kompet...